What is Love -Part 2-

Enjoy the next Part of What is Love -Part 1- 

 

=KAI’S POV=

“dekatilah Lu Han.”

“n-ne?”

“tetangga baru sebelah apartemenmu itu. dekatilah Lu Han.”

“kau yang mengirimnya untukku?”

“dia datang padaku, dan aku hanya ingin membantumu.”

“t-t-api kau tak bisa berbuat seperti itu padanya.”

“wae? dia orang yang baik, aku sudah mengenalnya jauh lebih lama dibandingkan denganmu. aku mengetahui segala bentuk tentang Lu Han. kau tak perlu cemas.”

“kau…benar-benar tak bisa bertahan, Kai?”

dengar, dia memanggilku Kai. Lagi. ia beringsut dari kursi dan menggenggam erat kaosku.

“jangan panggil aku–“

“apa kau benar-benar tak ingin bersamaku, Kai? sebegitu tak sukanya kah kau padaku? sampai-sampai kau harus mengorbankan temanmu untukku? bahkan ia belum mengenalku, KAI!”

Continue reading

Accidentally in Love

–Gongchan–
nyari cewe ga sesusah ngerjain ujian matematika! siapa takut ?

“Mah, gw pengen punya pacar.”

“hm? udah yakin ini waktu yang tepat?”

“au sih. tapi gw pengen kayak remaja biasanya yang dengan bangga ngenalin pacar mereka kalo lagi kongkow. masa gw sendiri jomblo Mah, kan ga asik.”

“apa asik itu ditentuin pake status jomblo apa nggak ?”

“ya kagak sih Mah, ah Mamah mah ga ngerti, udah ah gw cabut dulu ya Mah. baik-baik di rumah. Bye~”

“yaa~ bedain lampu merah ama ijo ya..”

begitulah Mamah gw. yang dipesenin sebelum gw minggat dari rumah cuma ‘bedain lampu merah ama ijo ya’. itu karena gw pernah ketauan nerobos lampu merah. Mamah gw adalah Mamah terbaik yang pernah ada. dia selalu ngertiin gw dan mau mengalah ama gw. gw ga harus bersikap bahwa dia adalah Mamah dan gw adalah anaknya, tapi gw bisa bersikap bahwa Mamah gw adalah temen gw, dan bener, dialah temen sejati gw sampek sekarang. gw sayang Mamah melebihi apapun.

Continue reading

WHAT IS LOVE -PART 1-

Author : MiyuMindless

Genre : Romance, Friendship

Rating : General

Length : Part

=LUHAN’S POV=

“sudah berapa yeoja yang kau taklukkan?” seorang lelaki dengan wajah tertutup syal setengahnya dan kacamata hitam yang menutupi setengah wajah lainnya duduk dan langsung bertanya padaku. aku mengernyit, lalu mendekatkan wajahku pada orang yang sepertinya sudah khas untukku. tapi siapa? aku memutar otakku dengan cepat. menemukan suara bass yang tenang dan kalem seperti orang dihadapanku…siapa lagi kalau bukan…
“Kai. Loading-mu lama sekali, bodoh.” katanya sambil mendorong dahiku dengan telunjuknya. lalu ia membuka syal dan kacamata hitamnya, menampakkan wajahnya yang selalu membuat banyak hati wanita meleleh seketika.

aku merengut. baru saja aku mau memanggil namanya, dia memang selalu menjadi yang tercepat. ugh.

aku memalingkan mukaku dari hadapannya dan mulai meneguk coklat panas yang menemaniku di kantin sekolah pagi ini. karena masih pagi, belum banyak murid yang nongkrong di sekolah, apalagi di kantin ini. kebanyakan yang sudah datang adalah orang-orang kutu buku dengan kacamata tebal dan buku yang selalu dipeluk di depan dada mereka.

dan untuk apa aku disini? jawabannya sepele, aku sedang tidak ingin memakan masakan tetangga apartemenku yang gila itu. dia gadis yang selalu menghantuiku. kepekaannya dengan lingkungannya sangat berlebihan, hingga aku merasa aku mempunyai baby sitter untuk mengurusku. tak jarang aku mengomel padanya. entah omelan yang seharusnya kutujukan untuk orangtuaku, atau omelan yang sebenarnya curhatanku, atau sekedar membentaknya. entah kenapa dihadapannya aku bisa meluapkan segala emosi dalam diriku, bahkan setelahnya ia berakting seperti tidak ada apa-apa yang terjadi, jadi sampai sekarang aku masih menjadikannya tempat pelampiasanku.

“kau berpikir tentang apa?” tanya Kai sambil merebut secangkir coklat panasku. aku membiarkannya dan terus menatap lurus kedepan. walau sebenarnya aku tidak sedang memikirkan apa-apa, aku sedang malas berhadapan dengannya.

“hei, kau masih marah soal itu?” Kai bertanya lagi. mengungkit sesuatu yang membuatku mual-mual dan ingin muntah. seolah ia mengaduk seluruh isi perutku yang sebenarnya hanya berisi coklat panas yang baru saja kuminum dan beberapa sayuran yang kumakan kemarin.

“tidak. aku sudah melupakannya.” jawabku berbohong, tentu saja. karena perbuatannya aku seperti orang gila yang ketahuan mencopet.

“baguslah, ternyata bakatku sudah tersalurkan padamu, ya!” katanya senang sambil menepuk pundakku. aku hanya tersenyum tipis (baca: miris) kepadanya. aku berpikir enak juga mempunyai muka tebal sepertinya, ia bisa melakukan hal yang membuat orang lain tidak suka tapi ia masih enjoy saja setelahnya. orang sepertikulah yang harus terus bersabar mempunyai teman macam seorang Kai.

“lalu bagaimana dengan yeoja itu?” aku mendengus. perlu aku teriakkan bahwa aku sedang menghindari bersitatap dengannya? bahkan sebenarnya aku yang bersalah, tapi aku sendiri yang malu bertatap muka dengannya. dan dengan seenak jidat si makhluk berwajah tebal ini menanyakan tentang gadis itu. apa harus kujelaskan semuanya?

“dia…tidak apa-apa.” jawabku datar (baca: malas).
ia mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. lalu ia mengetukkan jari telunjuknya ke meja. menimbulkan sebuah suara yang juga seperti nada lagu. aku membiarkannya dan ia mulai bersenandung.

Continue reading

PART ONE [JB'S SIDE]

IM JAE BUM a.k.a JB

aku benci saat mendapati semua orang terdiam dan terhanyut oleh sebuah drama yang sedang mereka tonton. aku benci saat semua orang tak enggan menitikkan airmatanya hanya karena melihat scene mengharukan yang sedang diputar. aku benci semua orang yang seperti menyukai segala kebohongan itu.

memang apa yang bisa dinikmati oleh orang yang jelas-jelas berakting? jelas-jelas membohongi dirinya dan bermain seperti sedang mengubur hidup-hidup jati dirinya untuk profesionalitas semata? apa sih yang bisa dibanggakan melihat mereka begitu anggunnya jalan diatas karpet merah dan menyunggingkan senyum selebar-lebarnya pada kamera? apa sih kepuasan yang didapatkan setelah berdesak-desakan menjadi yang terdepan untuk menjepret artis idolanya?

Continue reading

..about love..

kalau ditanya ‘cinta itu gimana sih?’ , bagi aku sendiri , cinta itu ‘indah’.. sangking indahnya bikin ak gila,….

kalau ditanya ‘kamu ‘cinta’ siapa ?’ , aku bakal jawab , Key ‘SHINee’ ..

kalau ditanya ‘nge-fans apa cinta beneran ?’ , aku bakal jawab , ‘cinta’..

kalau dibilang ‘cinta kayak gitu cuman mimpi.’ , ak bakal nimpalin , emang itu yang ‘dicari’..

karena satu kesimpulan yang ada, bahwa sesuatu yang didepan mata itu bukanlah hal yang terindah..

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.