The Real Love~ Part 3

“Taemin, aku akan menemuinya disana. kau mau kemana ?” Jonghyun bertanya pada Taemin yang masih diam.

“Ya, silahkan saja. aku akan menunggumu disini.” Taemin menyahut, lalu duduk di bangku dekat toko langganan-nya.

“Oke, annyeong !!” Jonghyun melambaikan tanganya, dan mulai berlari kecil ke arah toko yang tadi pagi ia singgahi.

“Ya, annyeong !” Taemin menyahut dengan suara rendah.

__________

“Besok, usahakan jangan telat lagi ya, walaupun kau baru, aku percaya kau bisa.” Ucap seorang ahjussi di depan toko itu. ternyata dia sudah mau pulang.

“Ya, terimakasih untuk hari ini. aku berjanji akan tidak terlambat lagi.” Ujar si gadis dengan senyum di wajahnya.

“Ya, berhati-hatilah. jika ada apa-apa, kau bisa menelponku.” Ujar ahjussi itu sekali lagi.

“Ya, tentu. Terimakasih. Annyeong !” Gadis itu berbalik dan melambaikan tanganya. Lalu berjalan menuju arah Jonghyun yang sedang memperhatikanya.

“Waah~ apa dia tak tahu aku sedang memperhatikanya ?” Jonghyun menggumam di tempatnya berdiri.

Gadis dengan mata indah itu berjalan begitu lambat, entah ada apa dengan kakinya, Jonghyun merasa ada sesuatu yang janggal dengan gadis pujaanya itu. tapi apa ?

“Annyeong Haseyo !” Jonghyun memberanikan diri menyapa.

“Eh, Annyeong Haseyo !” Gadis itu berhenti sejenak, lalu mencari sumber suara, dan tersenyum manis sekali.

Jonghyun langsung dibuatnya terperangah melihat senyum dengan mata kilat yang memang membuatnya merasa tersetrum.

“Kau masih disitu ?” Gadis itu membuyarkan lamunan Jonghyun. Mungkin karena terlalu lama melamun, gadis itu menegurnya. Tapi apa dia tak melihat bahwa Jonghyun masih stay dengan tatapan kagumnya ?

“Eh, Ya. Bisa kita berkenalan ? Namaku Jonghyun. Kim Jonghyun, apa kau kenal aku ?” Jonghyun mengulurkan tanganya.

“Eh ? Ne~ namaku Eun Jae. Han Eun Jae. Senang bertemu denganmu. tapi maaf sebelumnya, aku belum mengenalmu.” Eun Jae sedikit canggung saat menjabat tangan Jonghyun.

“Oh ? Baiklah, apa kau.. Ada waktu malam ini ?” Tanya Jonghyun hati-hati.

“Aku free malam ini. memang ada apa ?” Eun Jae balik bertanya.

“Mau kuajak jalan-jalan ?”

“Wah, sebenarnya aku ingin. tapi maaf, aku belum mengenal jalanan di sekitar sini. aku orang baru. maaf.”

“Eum, tak apa. aku tak akan membuatmu tersesat.”

“Ya, aku tahu. tapi aku tak ingin merepotkanmu.”

“Eh ? Kau sama sekali tak merepotkanku.”

“Baiklah.” Jawab Eun Jae sambil menggamit tangan Jonghyun. Jonghyun yang sebenarnya kaget hanya tersenyum saja saat tangan gadis itu menggenggam tanganya.

“Jadii.. Kau sebenarnya orang mana ?” Jonghyun memulai percakapan.

“Daegu. Jauh sekali ya, tapi beginilah aku. Susah sekali mencari uang disana, jadi aku pindah kesini dengan harapan bisa mendapat uang yang banyak untuk Ibu, maklumlah Ibuku sudah tak bekerja, Ayah sudah lama meninggal, Jadi hanya aku yang bisa menghasilkan uang di keluarga. Wah, maaf. aku jadi menceritakan segalanya kepadamu.”

“Tidak, tidak apa-apa. Aku mengerti. Euum.. Tapi ngomong-ngomong, matamu indah sekali.”

“Ya, semua orang juga bilang begitu. Walaupun luarnya memang indah, aku ingin dalamnya pun juga. tapi itu memang hanya impian.”

“Maksudmu ?”

“Ya, kau pasti tidak mengira kalau aku ini seorang yang buta, ya ? Aku ini mempunyai mata indah, kata orang-orang, tapi aku tak bisa melihat keindaha di sekelilingku.” Ujar gadis itu sambil mendesah. membuat langkah Jonghyun terhenti.

“Ada apa ? Kau tak suka jalan-jalan dengan orang buta sepertiku ? Walaupun aku tahu aku buta, aku tak akan menyalahkan tuhan tentang ini, dan akupun tak akan menyalahkan kau jika kau ingin berlari dariku saat ini juga.” Ucap Eun Jae dengan senyum yang tersungging manis di wajahnya.

“Tidak, tidak.  aku kagum denganmu.” Kata Jonghyun sambil menatap lurus ke mata Eun Jae. Ia benar-benar melihat kilatan menyedihkan di mata itu sekarang, dan keinginanya kini, ia ingin melindungi mata kilat itu. jangan sampai mata kilat itu tersakiti.

“Terimakasih, kau orang pertama yang mengatakan itu padaku. biasanya setelah tahu kalau aku ini cacat, semua orang yang dekat denganku akan menjauh. Terimakasih.”

“Ya, lagipula aku benar-benar kagum padamu. kau.. satu-satunya gadis yang membuat aku.. ah.. aku tak bisa mengungkapkanya.” Jonghyun menggaruk kepalanya, nervous.

_____________________

“Maafkan aku.” sebuah tangan terjulur didepan muka Taemin, menggenggam sebuah cup berisi Es Krim yang sama.

“Kau ?” Taemin mengambil cup berisi es krim itu dengan bingung. ditatapnya gadis tadi pagi yang sudah berada dihadapanya itu. terlihat sekali bahwa ia telah melakukan tugas berat.

“Ya, maafkan aku telah meninggalkanmu tadi.” Kata gadis itu dengan napas terengah-engah.

“Oh, tak apa. lebih baik es krim ini untukmu saja. kau terlihat lebih membutuhkan.” ujar Taemin sambil menyerah kan es krim itu.

“Tidak, buatmu saja. aku merasa bersalah telah meninggalkanmu dengan cara tak sopan seperti tadi. maafkan aku.”

“Tak apa. ^^”

_________________

“Yeah !! Aku menang !!” Minho bersorak kegirangan.

“Sial, kenapa pula aku bisa kalah darimu ? aaaah !!” I Seul berteriak-teriak sebal dengan hasil game-nya .

“Ahh !! Game bodoh ! kenapa kau ini, hah ?!” I Seul terus berbicara pada monitor yang hanya memperlihatkan kata-kata ‘you lose’.

“Haha.. Aku menang !” Minho terus menggoda I Seul.

“Baiklah, baiklah. aku akan mentraktirmu susu pisang. ingat, hanya satu botol. tunjukkan dimana tempatnya !” Kata I Seul cepat.

“Haha.. Oke, ayo, ikut aku !” Minho menggandeng tangan I Seul cepat.

“Hah, lain kali aku akan benar-benar menang darimu ! awas saja kau, susu pisang !”

lalu mereka berdua meninggalkan site game bersama.

___________

“Jadii.. Boleh aku berkenalan denganmu ? Taemin-imnida ^^!!” ucap Taemin setelah menghabiskan Es Krim-nya.

“Ehh.. Eun Min-imnida.” Sahut gadis yang ternyata bernama Eun Min itu.

“Rumahmu dimana ?”

“Tak jauh dari sini. ada apa ?” Eun Min balik bertanya.

“hemm.. tidak apa-apa. Kau tahu, pertama kali bertemu denganmu, aku rasa kau sebal denganku. Kau tidak suka susu yang padahal itu susu kesukaanku, kau juga tak suka es krim, yang kata hyung-ku itu lebih nikmat daripada susu kesukaanku. dan.. aku pikir, kau memang sebal denganku, bukan begitu ?” Taemin berbicara terus terang.

“Aniyo. Aku hanya sedang terburu-buru tadi.” Jawab Eun Min dengan sesungging senyuman.

“Eum.. untuk mengembalikan uang ?” Taemin bertanya hati-hati.

“Yaah.. aku memang berasal dari keluarga miskin, ayah-ibuku tak bekerja. kata mereka ‘buat apa bekerja, toh tidak akan mengganti nasib’ , kakak-kakakku juga pengangguran. aku tak tahu mesti apa, jadi setiap mereka memintaku mencari uang, aku bingung hendak kemana, sampai kemarin, kakak menyuruhku untuk mencuri beras karena ibu sakit. aku tak tahu harus bagaimana, jadi aku ikuti saja cara kakakku. aku tahu aku salah, tapi sungguh, sebenarnya aku bukan seorang pencuri. untung saja, ahjumma itu baik tidak melaporkanku pada petugas keamanan, maka dari itu, saat kau muncul dan menghentikan langkahku, aku bingung bersikap antara takut kau melaporkanku, dan uang yang harus aku bayar segera. maka aku putuskan untuk meninggalkanmu saat itu. bukan bermaksud untuk membencimu..” Eun Min menyudahi penjelasanya dengan setetes air mata.

“Kau menangis.”

“Hah, maaf.” Kata Eun Min sambil mengusap air matanya yang terus mengalir.

“Aku tak bawa saputangan, kalau aku tahu kau akan menangis, aku pasti membawakanya untukmu, ini, kau pakai saja slayerku ini.” Ucap Taemin sambil mengulurkan sebuah slayer berwarna kuning ke depan muka Eun Min.

“Terimakasih, kau.. baik sekali.” sahut Eun Min sambil mengusap air matanya dengan slayer itu.

“Haha.. tidak juga. Oh ya, kau mengenalku ?” Taemin mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Maaf, tidak sebelumnya.” Jawab Eun Min sambil menengadahkan kepalanya, melihat dengan jelas muka seorang Taemin dihadapanya.

“Eumm.. Kau tahu SHINee ?”

“Tidak, maaf. apa sebuah boyband terkenal ?” Eun Min balik bertanya.

“Ya, betul sekali. Mau aku nyanyikan sebuah lagu untukmu ?” Taemin menawarkan suara lembutnya.

“Kau bisa bernyanyi ?”

“Tentu saja. Aku akan menyanyikan sebuah lagu dengan judul Senorita.”

Lalu melantunlah suara merdu Taemin.

______________

“Sudah malam, mau ku antar pulang ?” Jonghyun menawarkan jasa pengantar-jemput.

“Tak perlu. aku bisa pulang sendiri.” Jawab Eun Jae, yakin.

“Sebaiknya tidak, kau orang baru disini. biarkan aku mengantarmu.” Jonghyun menggandeng tangan Eun Jae.

“Ah, sudah kutebak aku akan merepotkanmu.”

“Haha.. tak apa. ayo.”

_______________________

“Kau suka susu pisang ?” I Seul mulai bertanya kepada Minho dalam perjalanan-nya menuju toko langganan Taemin.

“Ya. memang kau tidak ?” Minho balik bertanya.

“Tidak. seperti anak bayi saja kau.” I Seul mengejek Minho.

“Haha.. whatever, yang penting aku mengalahkanmu karena susu pisang.” Minho mulai membanggakan dirinya.

“Hah, diam kau !” bentak I Seul pada Minho.

“hey, itu kan Taeminnie ?” Tak sengaja tatapanya berjibaku dengan seorang berbaju putih di seberang toko, Taemin.. bersama siapa ?

“Heh, ngomong dengan siapa kau ?” I Seul membuyarkan tatapan Minho.

“Eehh.. ya ya, ayo masuk.” Kata Minho sambil mendorong I Seul masuk.

_________Keesokan paginya_________

“Hey, beruang !! banguun !! kita ada konser pagi ini !! Jangan katakan kalian semua melupakanya !! Heh, banguun !!” Key berteriak-teriak di depan pintu kamar, sudah siap dengan celemek pink-nya.

“Aah~ masih lama, bukan ?” Jonghyun bertanya seperti orang yang mengigau.

“Terserah, apa kau kira kita tidak perlu persiapan ? siapa suruh kalian pulang malam-malam ? Jam berapa kalian pulang ?” Key terus mengomel walaupun member lainya sudah menutupi telinga mereka dengan bantal.

________setengah jam berselang_______

“Hooahm.. aku benar-benar mengantuk pagi ini.” Taemin menguap beberapa kali di ruang makan.

“Ya, kau benar. aku pun begitu.” Jonghyun dan Minho setuju.

“Lagipula, pulang jam berapa kalian ini ?” Onew membuka mulutnya.

“Tak tahu. yang aku ingat saat aku pulang hanyalah mataku yang sudah berkunang-kunang dan ingin segera kupejamkan.” Jonghyun menjawab.

“Hah, dasar. sebenarnya kalian benar-benar gila game juga ? seperti Minho ?” Key yang dari kemarin tak percaya dengan 2 member yang tiba-tiba aneh itu.

“Hohoho, itu rahasia umma.” Taemin dan Jonghyun menjawab serempak.

“Jadi begini. kalian sudah mulai menyembunyikan sesuatu dariku ?” Key yang masih terlihat belum terima itu terus mendesak.

“Tenang saja umma, aku sudah tahu apa yang dilakukan Taemin tadi malam.” ucap minho, membuat Taemin sedikit tersedak.

“Apa yang kau tahu, hyung ?” Taemin langsung bertanya.

“Kau benar ingin aku menjelaskanya disini ?” Minho mengerlingkan matanya, seakan dia memang tahu apa yang dilakukan Taemin tadi malam.

“Ah, terserah kau saja. aku mandi dulu, hyung !” Taemin meninggalkan meja makan dengan muka sebal.

“Tenang saja, Taemin. aku akan menjaganya.”

“Minho ! bilang terus terang, apa yang Taemin lakukan malam tadi ?” Key dan Onew menatap Minho serius.

“Baiklah, tapi diam. dia.. berkencan dengan seorang gadis.”

“What ?!!!”

“Apaa ?!! aku tak percaya!” Onew dan Key sontak kaget, shock, dan semacamnya. mereka tak percaya maknae polos itu sudah mendahului mereka.

“Bagaimana mungkin ?” Key bertanya lagi.

“Itulah yang maknae kita kerjakan tadi malam.”

“Wah.. Taemin-ssi.. aku tak tahu kau sudah bertindak melebihi kami.”

“ssstt.. sudahlah, jangan membuat dia celaka di kamar mandi.” Jonghyun menyudahi percakapan tentang si maknae pagi itu.

_______Konser terbuka________

“Yee~ we’re shining shinee-imnida !”

“waaa~ waa~ Key ! Taemin ! Jjong ! Onew !! Minhoo !!”

Semua orang terlihat antusias dengan konser terbuka SHINee kali ini.

“Key, key, key !! Key oppa, fighting !!” seruan seorang gadis dengan bendera bertuliskan ‘Key Oppa Fighting !’, membuat senyum Key tersungging dengan manis.

_Ring Ding Dong_

Semua terlihat sedang menikmati performance dari Idola mereka, tetapi tiba-tiba dari arah belakang terjadi keributan yang tersorot oleh mata tajam Key.

“SIAPA YANG MEMPERBOLEHKAN KAU KEMARI ??!!” seorang bapak dengan jas hitam-nya sedang membentak kearah seorang gadis yang menggenggam bendera bertuliskan ‘Key Oppa Fighting !’. gadis tadi.

“KAU TAK MAU JAWAB ?! SEUNGHEE ! TATAP MATA AYAH ! SIAPA YANG MENGAJAKMU KETEMPAT SEPERTI INI ?!” ahjussi disana terus membentak-bentak gadis itu. tetapi lagi-lagi, gadis itu hanya diam membisu.

“HAH ! AYO PULANG !” gadis itu tetap bergeming.

“KAU PUN TAK MAU PULANG ?!!” gadis itu terus diam.

“SEUNGHEE !! STOP BERTINDAK BODOH !” gadis itu menggenggam bendera-nya lebih erat. lalu mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes.

“kenapa ? kenapa Ayah selalu mengekang SeungHee ? SeungHee ingin seperti anak remaja lainya, Ayah ! SeungHee ingin mengenal idola SeungHee…” kalimatnya terputus.

“MEREKA KAU JADIKAN IDOLA ?! JANGAN GILA KAU, SEUNGHEE ! MANA MUNGKIN ANAK SEORANG PENGUSAHA KAYA JATUH HATI DENGAN BAND MURAHAN SEPERTI INI ?! PULANG SEUNGHEE, PULANG !!”

“AKU TIDAK MAU, AYAH ! SEUNGHEE BUKAN ANAK KECIL LAGI !!” gadis itu mengelak, lalu berbalik menatap SHINee yang sedang perform. tak disangka-sangka, Key sejak tadi memperhatikan keributan itu.’

“KAU TIDAK MAU ?!!” ahjussi itu bersiap menampar gadis itu.

“HEY, ANDA, STOP !!” semua diam, tiba-tiba Key berteriak dari arah panggung dengan mic-nya. musik tiba-tiba pula berhenti. membuat suasana hening. dan semua tatapan tertuju pada bapak dan anak itu.

Ahjussi yang menjadi tontonan semua orang itu merasa malu dan kembali masuk kedalam mobilnya. sedangkan gadis tadi langsung berlari sambil mengusap air matanya.

Musik mengalun lagi, dan konser pun berjalan dengan sendirinya.

______________

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: