The Real Love~ Part 4

“Oppa-ee !! Annyeong ^^!!” Sebuah suara yang sangat familiar di telinga Onew mengagetkan semua member.

“Ne~ Je Kyung Annyeong Haseyo ^^!!” Onew langsung berdiri dan membungkukkan badanya. member yang lainpun ikut membungkukkan badanya. ternyata dia gadis juice lemon itu.

“Ada apa ?” Onew bertanya terus terang, membuat member yang lain menahan tawanya.

“Sedang sibukkah ? Aku ingin mengajakmu jalan-jalan ^^!!” ucapan Je Kyung membuat Onew terperangah.

“Jalan-jalan ? bersamaku ?” Onew bertanya, memastikan.

“Tidak, bersama Taemin. Ya tentu bersamamu, Oppa..”

“Haha~ Ne.. Annyeong ^^!!”

“Haha.. Annyeong hyung !! Jaga Onew kami, Je Kyung !”

“Haha.. Tentu.” Kata Je Kyung sambil melambaikan tangan.

“Akan kuceritakan nanti malam !” Ucap Onew sebelum tanganya digandeng oleh Je Kyung.

_______________

“Key ? Kau mau kemana ?” Jonghyun yang melihat Key sedang bergegas, bertanya.

“Suatu tempat. Bye !” Key pamit dengan cepat.

“Ehh.. kenapa jadi kita yang tak tahu apa-apa ?” Jonghyun bertanya pada ketiga rekanya.

“Tak tahu.” Jawab 2min dengan serempak.

Tiba-tiba sebuah slayer kuning muncul di sela pintu yang hanya terbuat dari bahan semacam terpal.

“Hyung, aku pergi dulu ! annyeong ^^!!” Taemin yang mengetahui itu langsung berlari, dan meninggalkan hyung-hyung nya yang masih bingung dengan apa yang terjadi.

“Eeh ? Taeminnie ?! Kau mau kemana ?” Jonghyun dan Minho berteriak-teriak memanggil Taemin yang sudah melaju meninggalkan stage mereka.

“Ck, Minho-yaa !” panggil Jonghyun.

“Ne~ ??”

“Ayo pergi juga. Kalau mereka pergi, kemana kita tidak ? aku ingin bertemu dengan gadis mata kilatku. kau ikut ?” Gantian Jonghyun yang menawarkan.

“Hemm.. tentu. aku mau ke site game-ku lagi ^^!!”

“Baiklah, ayo !”

“Susu pisang, I’m coming !!” Ucap Minho dalam hati.

_____________

“Eum.. Kita mau kemana, Je Kyung ?” Onew yang sebenarnya tak suka keramaian itu bertanya.

“Ke suatu tempat. Ayo, Oppa ! kita harus cepat !” Kata Je Kyung sambil menarik tangan Onew agar cepat sampai ke tempat tujuanya.

“Ya, ya. sabar sedikit.”

“Tidak bisa, kita harus sampai tepat waktu !”

“Ne~ aku mengerti. aku sedang berlari sekarang.”

“Haha.. ya, ya ! ayo cepat !! sudah panas sekali !” Ucap Je Kyung sambil terus berlari.

_____________

“Hey..” Key mendekati gadis dengan bendera ‘Key Oppa Fighting’ itu. Gadis itu menengadah, lalu sontak kaget dan menghapus air matanya dengan cepat.

“Eh.. Mianhae, Oppa.” Kata gadis itu dengan terbata-bata.

“Tak perlu kau meminta maaf padaku. Kau tak salah. Mianhae membuat ayahmu pergi.” ucap Key sambil mengulurkan sapu tangan.

“Tak apa. malah memang seharusnya ayah tak disitu.” Sahut gadis itu dengan cepat sambil meraih sapu tangan yang disodorkan oleh Key.

“Kalau boleh kutahu.. Namamu, siapa ?” Key bertanya hati-hati.

“SeungHee-imnida.” Jawab gadis itu dengan senyum tersungging di wajahnya.

“Kau Lockets ?” Key bertanya lagi. membuat pipi gadis itu merona merah.

“Tentu. ini..” SeungHee, walaupun dengan malu-malu menyerahkan bendera yang sedikit lecek itu pada Key. Tulisan tanganya imut, ‘Key Oppa Fighting’.

“Waah~ Gomawo. ^^” Kata Key sambil terus menatap bendera kecil itu.

“Ne~ Cheonmaneyo.” sahut SeungHee sambil tetap tersenyum. air matanya sudah tak berbekas lagi sekarang. berkat seorang malaikat disampingnya, kesedihanya akan kekangan ayahnya sedikit-sedikit terhapus.

“Eum.. SeungHee, Kau sudah memberiku bendera lucu ini, maukah kau ikut denganku ? akan kutunjukkan sesuatu untukmu.” Key beranjak dari kursi dan mengulurkan tanganya pada gadis yang masih diam membisu itu.

“Ayo !” Lagi-lagi Key membuyarkan lamunan gadis yang sedari tadi tersenyum.

“Eh, ya. baiklah.” Sahut SeungHee menerima uluran tangan Key.

______________

“Hey, Kau mau kemana ?” Taemin yang terus berlari mengikuti gadis dengan slayer kuning ditanganya itu tiba-tiba berhenti. bertanya dengan suara keras.

“Kemari, Oppa !” Gadis itu melambaikan slayer kuningnya. membuat Taemin berlari lagi.

“Hah. aku tahu, aku tahu. kau mau berolahraga denganku ? kenapa tak membicarakanya dahulu ? aku capek sekali, Eun Min !” Keluh Taemin sambil duduk disamping Eun Min yang sedang tersenyum manis.

“Bukan itu. Kau tidak melihat pemandanganya, Oppa.”

Sejenak Taemin menengadahkan pandanganya. terlihat jelas kota Seoul di siang hari, begitu sumpek dan ramai. di tengahnya terlihat jelas bundaran taman kota. apa yang disebutnya dengan pemandangan ?

“Kau mau tahu makna pemandangan ini untukku ?” Eun Min mengalihkan pandanganya ke Taemin. Taemin yang masih merengut mengangguk.

“Ini adalah kejadian dimana aku bertemu denganmu pertama kali. hari kemarin. kau lihat keramaian disana ? itu menggambarkan hatiku yang sedang gemuruh, kacau balau, dan tiba-tiba kau datang. kau lihat langit paling ujung disana ? mendung, begitulah kau saat kau datang menghampiriku, aku sedang dalam kekacauan. ingin segera lepas dari masalah, dan kau datang memberikanku susu kesukaanmu, lalu es krim, tapi aku menolak. diantara pemandangan disana, mana yang menurutmu paling indah terlihat ?”

“Taman Kota ?” Taemin menjawab.

“Ya, itulah kau. disaat semua ramai, kacau balau, kau datang seperti penghibur bagiku, kau penyejuk, seperti taman itu, diantara orang berlalu lalang, ia terus menghidupkan keindahanya, yang membuat orang senang menatapnya. Kau membuatku tersenyum. terimakasih untuk kemarin dan hari ini.” Jelas Eun Min, lalu ia mengembalikan slayer kuning itu.

“….” Taemin masih merenung saat itu. tidak merespon slayer kuning yang sudah disodorkan oleh Eun Min.

“Oppa ?” Eun Min membuat Taemin terlonjak, lalu ia menatap gadis itu sambil tersenyum.

“Hemm.. aku belum memikirkan kau seperti apa jika dilihat dengan kota Seoul. tapi aku bisa mendeskripsikan kau dalam diriku. Kau itu ini.” Taemin membentuk hati dengan kedua tanganya. hati berbentuk kecil, tapi terlihat perfect di mata Eun Min.

“Oh, gomawo, Oppa ^^!!” Kata Eun Min sambil tersenyum.

“Kalau begitu.. slayer itu, untukmu saja.”

“Eh ? benar ?”

“Tentu.” Jawab Taemin sambil tersenyum.

“Ayo jalan lagi !” Eun Min menarik tangan Taemin.

“Eh ? Yang benar saja ? kita baru saja istirahat bukan ?” keluh Taemin.

“ssstt !”

___________________

“Aku kesana dulu, Minho. annyeong !” Jonghyun berkata sambil terus melangkahkan kakinya ke toko yang masih berada di ujung sana.

“Ya, annyeong Jonghyun hyung !” Minho menimpali, lalu masuk ke dalam site game langgananya.

“Yaa, Minho-ssi ! Kau datang lagi ? Bukankah ada konser terbuka pagi ini?” Ahjussi itu menyapa lagi.

“Ne~ Annyeong Haseyo ! benar, ahjussi. tapi hari ini aku free. ada tempat kosong ?” Tanya Minho sambil mengedarkan pandanganya ke sekeliling tempat. mencari tempat + gadis garang itu.

“Tentu. langsung saja ke tempat kemarin. tapi, kau tak apa-apa jika berada di samping gadis itu? dia belum pernah keluar dari site ini kecuali untuk berganti baju tadi pagi, dan ocehanya itu pasti ‘aku bersumpah akan mengalahkan Minho ! entah bagaimanapun juga, susu pisang itu harus ada digenggamanku kali ini !’ aku sampai bingung harus bagaimana denganya.” ahjussi itu bicara terus-menerus, membuat Minho menahan tawanya.

“Tak apa, dia gadis yang baik sebenarnya.” Minho berkomentar sambil tersenyum.

“Oh, bagus kalau kau tak bermasalah denganya.” Kata ahjussi itu sambil mempersilahkan Minho untuk bermain.

Saat Minho memasuki tempatnya, gadis garang itu tidak memperhatikan. matanya yang bulat besar menggemaskan itu terus fokus dengan monitor. sesekali ia mendecakkan lidah, saat Minho duduk, mungkin refleks dari gadis itu, ia berkata setengah teriak,

“hey ! itu tempat Minho-ssi ! kau pindah tempat saja !”

Minho yang sebenarnya ingin sekali tertawa menjawab,

“aniyo !” tentu dengan suara yang dibedakan.

“Kau tak mau ?! akan kulempar kau dengan susu pisang ! kau tahu tidak, aku harus menang darinya, apapun yang terjadi, aku mau susu pisang darinya ! walaupun sebenarnya aku tak suka susu pisang, tapi whatever ! yang penting, aku ingin menang !” gadis itu terus mengomel tanpa melihat lawan bicaranya.

“Kalau kau ingin menang, tak begitu caranya !” Minho menyahut dengan mengembalikan suara aslinya.

Gadis itu cepat mengalihkan pandanganya, dan matanya berjibaku dengan mata Minho. kaget, berlangsung lama. lalu sebuah suara dari monitor membuat mereka terlonjak. ‘you lose’

“Ah ! sial !!” Umpat gadis itu seraya memencet beberapa tombol lagi.

“Mau apa kesini ?” tanya I Seul dengan kasar.

“Mau meminta susu pisangku !” Minho mulai menggoda.

“Bahkan kau pun belum mengalahkan aku ?!”

“Tapi aku yakin akan menang darimu !” Minho bersikeras.

“Terserah, ayo main ! sekarang 2 susu pisang !”

“Kau yakin ? tak sayang dengan dompetmu ?”

“Diam, dan main !”

Lalu akhirnya mereka bermain dengan sengit.

_______________

“annyeong haseyo !” Jonghyun memasuki toko dengan wajah merah merona.

“annyeong Haseyo !” gadis dengan mata kilat itu membalas.

“Ada yang bisa dibantu ?” ternyata gadis itu belum menyadari bahwa Jonghyun yang memasuki toko yang ia tunggui.

“Aku butuh 2 es krim semua rasa.” pinta Jonghyun sambil mendekati meja kasir.

“Oke, tunggu sebentar.” Lalu gadis itu mengambilkan es krim yang diminta.

“Ini..” lalu Jonghyun mengambil satu.

“Yang itu untukmu, Eun Jae.” ucapan Jonghyun membuat pipi gadis itu merona merah. ia baru sadar kalau itu Jonghyun.

“Maaf, aku tak mengenalimu sebelumnya. feelingku kurang kuat untuk mendeteksimu. haha..” Kata Eun Jae berterus terang.

“Waah~ kenapa bisa begitu ?”

“Mungkin karena…” Kata-kata Eun Jae terputus oleh sebuah suara dari dalam.

“Jonghyun-ni !! OMG !! kau kah itu ? kau kah itu sweety voice ?” seorang gadis, dengan rambut pendek dan bersuara sangat centil datang dan langsung memeluk Jonghyun. Jonghyun yang kaget dengan perlakuan gadis itu hanya nyengir dan menatap bingung kearah Eun Jae., jika Eun Jae bisa melihat, mungkin tafsiranya adalah, ‘siapa dia ? kenapa muncul seperti ghost ?’

“Wah, Eun Jae. kenapa kau licik sekali ? tak memberitahu jika ada Jonghyun kesini ? kan sudah aku bilang kalau pangeran-pangeranku kesini, kau harus bilang !! oya, kau mau apa kesini ? mau menjemputku kencan ? haha.. ayo, pergi ! biarkan Eun Jae berada di posisinya.” Kata gadis itu dengan sangat percaya diri menggandeng Jonghyun yang masih shock kedatangan gadis aneh itu.

“Wah, maaf maaf. sebenarnya aku kesini mau mengajak Eun Jae jalan setengah hari ini. kau bisa menggantikanya ? Kuharap kau bisa, ayo Eun Jae. kita tak punya waktu banyak.” kata Jonghyun cepat sambil menarik tangan Eun Jae dengan cepat pula.

“Yaa !! Jonghyun-nni !! Jonghyun !! EUN JAE !! lihat saja kau nanti, akan kulaporkan pada ayah !!” gadis itu terus berteriak-teriak dari pintu toko, Jonghyun yang sedang menggandeng tangan Eun Jae hanya melambaikan tanganya pada gadis itu.

“hosh.. hosh.. hosh..”

“Jonghyun.. sebenarnya kau ini siapa ?” Eun Jae bertanya dengan raut muka yang tidak bisa ditafsirkan.

“eh ? maksudmu apa ?”

“kau ini siapa ? bilang terus terang padaku. kau orang tenar, bukan ?”

“tidak. aku bukan orang tenar.” Jonghyun menarik kesimpulan bahwa Eun Jae tak suka dengan orang tenar.

“Lalu, bagaimana bisa Min Gi tau kau ?”

“euum.. aku pernah ke atas panggung sekali. aku hanya reporter. percayalah.” Kata Jonghyun sambil menggenggam tangan Eun Jae, meyakinkan. lalu gadis itu hanya mengangguk diam.

“Nah.. ayo kita jalan-jalan !”

______________

“Je kyung !! kita sebenarnya mau kemana ? danau ? ini kah tujuan kita berlari-larian di bawah matahari ?” Onew berhenti sejenak. menatap sekeliling. danau.

apa maksudnya ?

“Ayo, angkat sedikit pants-mu oppa. kita rasakan bagaimana air disini.” Je Kyung yang memakai hotpants langsung memasukkan kakinya dan duduk dipinggir danau buatan itu.

“Waah.. kau tak tahu jika pants-ku ini susah untuk dilinting ?” Onew terlihat sangat kesusahan dengan menaikkan pants-nya.

“haha., kemari, kubantu kau, Oppa.” Onew mendekat dan Je Kyung membantu untuk melintingkan pants-nya.

“waah.. dingin sekali airnya. kau tak kedinginan ?” Onew yang baru saja memasukkan kakinya berkomentar.

“aku sudah biasa.” Je Kyung menjawab sambil tersenyum.

“maksudmu ? kau sering kesini ?” Onew bertanya sambil menikmati danau buatan itu.

“tidak, air ini.. seperti kau. jadi aku merasa aku sudah biasa dengan kedinginan suhu disini.” pernyataan Je Kyung membuat Onew semakin bingung.

“Maksudmu ?”

“Mengapa kau terlalu diam denganku, oppa ? kau tak suka denganku ? aku merasa kau seperti air ini. dingin. kau seperti tak ingin menyentuhku. maksudku, kau tak ingin tahu apa yang aku inginkan. dan aku tahu kau memang tak peduli apapun tentangku. tak perlu untukku memimpikanmu menjadi seperti yang aku inginkan, karena toh, air ini akan terus dingin, seperti kau kepadaku, kau akan selalu dingin padaku.”

Onew terdiam. merenungi suhu dingin di danau itu.

“Aku berjanji padamu. suatu saat, aku akan membuat air ini panas. aku sedang berusaha Je Kyung. aku berjanji.” Kata Onew sambil menunduk. memantapkan hatinya.

__________________

“Mau kemana kita ?” SeungHee bertanya.

“Euum… bagaimana kalau kita ke.. tempat dimana kau inginkan saat ini?” Key mengusulkan sekalian bertanya.

“tempat yang aku inginkan saat ini ? kau benar-benar akan mengantarkan aku kesana ?” SeungHee balik bertanya.

“Tentu saja.” sahut Key, meyakinkan.

“ayo ikut aku, oppa.” kata SeungHee sambil menggandeng tangan Key.

Taman Kanak-kanak..

“what ?? taman kanak-kanak ? kau ingin bermain perosotan disini ? kalau kau ingin aku punya lebih banyak tempat dimana kau bisa berayun, perosotan, lebih baik dari ini. lagipula, ini terlihat sudah tak terurus.” Key berkomentar tentang tempat yang diinginkan SeungHee.

SeungHee tak menjawab komentar Key. ia sibuk menatap satu-persatu bangunan di hadapan mereka. lalu ia menundukkan kepalanya. setetes air mata keluar lagi membasahi pipinya. Key yang bingung melihat SeungHee yang tiba-tiba menangis itu akhirnya merunduk, lalu menyentuh pipi SeungHee pelan.

“Ada apa, SeungHee ? perkataanku menyakitkanmu ? mianhae, SeungHee.”

“Bukan, bukan karena kau oppa. tempat ini.. tempat aku terakhir bertemu Ibu. Ibu.. Ibu begitu baik kepadaku, saat itu aku sedang bermain ayunan disini. aku meminta Ibu untuk mendorong dengan keras. aku ingin berayun lebih tinggi dari biasanya. Ibu menyetujuinya, dan berkata ‘tetap berpegangan sayang.’ lalu Ibu mendorongnya dengan keras, Ibu tak memperkirakan bagaimana putar balik ayunan itu, dan naas-nya, Ibu terpental karena ayunanku yang sangat keras menohok dadanya. aku yang terus berpegangan di ayunan tak bisa melakukan apa-apa lagi kecuali berteriak. guru-guru berdatangan dan menghentikan ayunanku, semua panik karena dari mulut Ibu tersembur banyak darah. aku.. aku tak tahu harus apa, saat itu aku masih kecil, aku masih tak mengerti tentang arti darah yang dikeluarkan Ibu, aku masih bodoh, oppa. aku masih bodoh.. Aku bodoh !!” Key langsung merangkul SeungHee yang sudah terduduk di tanah.

“… lalu aku mendengar sirene mobil ambulance, Ibu digotong masuk kesana. aku hanya bisa melihat mobil itu pergi meninggalkan aku yang masih bingung apa yang terjadi. lalu aku dibawa masuk oleh guruku yang lain. teman-temanku yang lebih besar umurnya dibandingkan aku menatapku dengan tatapan aneh. aku hanya bisa menunduk saat itu. tak lama kemudian, ada telepon di ruangan yang sedang aku singgahi. gurukupun menjawab, dan ia langsung menghampiriku, menggendongku, lalu mengecupku, seperti menenagkan seorang bayi yang sedang menangis. terdengar dari telepon itu teriakan Ayah yang sangat keras. lalu entah kenapa, aku menangis. aku menangis tanpa ada yang bisa menghentikan tangisku. aku ingin Ibuku. Aku ingin Ibuku. Aku ingin Ibuku memelukku. AKU INGIN IBUKU, OPPA ! AKU INGIN IBUKU.. !!” SeungHee menangis sedikit keras. badanya gemetar hebat, Key terus menenangkanya, ia mempererat pelukanya lagi.

____________________

“Mau kemana lagi kita ?” Taemin masih bingung dengan gadis yang terus menariknya itu.

“Ayoo..” BRUK !!

seorang tinggi kekar tertubruk oleh Eun Min yang tidak memperhatikan jalan karena pendanganya teralihkan oleh Taemin yang mengeluh.

“A.. Ayah..” seorang yang dipanggil Ayah itu menggeret Eun Min paksa. Jantung Taemin langsung berdetak keras.

Itukah Ayah seorang Eun Min ?? Oh My God !! ampuni akuu..

PLAAK !! Eun Min mengaduh kesakitan karena ditampar oleh Ayahnya. Air matanya mengenang disudut matanya. Taemin yang merasa tak tega dengan pemandangan yang baru saja terjadi memberanikan diri menepuk pundah kekar itu.

“Sebaiknya anda tidak bersikap kasar kepada perempuan.” Taemin bersikap seolah ia tidak takut dengan orang di hadapanya.

“Mau kutampar juga kau ?!” orang itu bersiap mengangkat tanganya, tapi tiba-tiba Eun Min membela.

“Jangan pukul dia, Ayah. Jangan..”

“Kau membelanya ?! kau membangkang Ayah sekarang ?!”

“Tidak, tidak Ayah.” Eun Min berkata sambil menundukkan kepalanya.

“Bagus, pulang dan jangan keluar lagi.” orang itu mendahului langkah Eun Min. Eun Min yang masih diam ingin sekali meminta maaf kepada Taemin yang masih berdiri tak jauh darinya. tetapi saat ia hendak membuka mulutnya, sebuah tangan menarik-nya dengan keras.

__________________

“Yeaaaahh !! Aku menang !!” Minho berteriak kesenangan. sementara itu gadis disebelahnya mengumpat monitor dihadapanya.

“Ahhhh~ sialan sialan sialan !! dua susu pisang !! hah ! ayo !” I Seul menggeret tangan Minho cepat sebelum membuatnya lebih malu di site game karena seharian ia berteriak pasti mengalahkan Minho, nyatanya berkebalikan dengan apa yang diteriakinya.

“Haha.. tak perlu. aku kasihan dengan dompetmu yang akan semakin menipis. aku pulang saja. annyeong !!” Minho melambaikan tanganya pada gadis yang langsung bengong itu.

“Eh ? aku tak bisa. aku bukan tipe orang yang tidak menepati perkataanya. ayo, aku belikan.” I Seul tetap bersikeras membelikan Minho dua susu pisang.

“Tak apa, besok masih bisa, bukan ? aku memang harus sudah pulang. Annyeong ^^!!”

“Oh, oke, Annyeong !! oya, aku menunggumu disini. aku yakin, besok akan menang darimuu !”

“Ya, tentu.” Kata Minho sambil tersenyum.

_______________

“waah.. aku kenyang sekali sore ini !” Jonghyun berkata sambil menguap.

“Wah, kau sudah mulai mengantuk ya ?” Eun Jae bertanya.

“Bagaimana kau bisa tahu ?”

“Haha.. sistem deteksiku sedang bagus mendeteksimu.” Eun Jae menjawab ngaco.

“Haha.. kenapa tak selalu begitu ?”

“Itu tergantung kondisi.”

“Oh ya ? memang kondisimi saat ini bagaimana ?”

“senang.”

“Eh ? Hanya itu ? jadi aku harus membuatmu senang bila aku ingin sistem deteksimu bagus mendeteksiku. begitu ?” Jonghyun masih bingung.

“Haha.. mungkin. sudahlah, aku pulang dulu. lagipula kurasa kau sudah mengantuk, jadi.. sampai bertemu lagi.” Kata Eun Jae sambil melambaikan tangan.

“Besok, aku akan menemuimu lagi. tapi.. kau tahu jalan pulang dari sini ?”

“Tentu. Annyeong, oppa.” ucap Eun Jae sambil tersenyum.

“Annyeong Eun Jae.” balas Jonghyun sambil menatap Eun Jae yang sudah berjalan menjauh dari tempatnya.

____________

daaan.. akhirnya sampai juga ke part sebelum terakhir.. bagaimana dengan part terakhir ? akankah Onew berhasil menjadikan air itu panas ? bagaimana dengan SeungHee yang menangis ? lalu dengan Eun Min yang tragis digeret oleh Ayahnya ? lalu dengan sikap Minho yang menolak dua susu pisang dari I Seul ? dan apakah Jjong akan melihat senyum Eun Jae besok ? temukan jawabanya di Part 5 yang akan dirilis besok. ^^!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: