The Real Love~ Part 5

Dorm SHINee 08.30 p.m

“Fiuuh..”

“Huuft..”

“Hemmh..”

“Ck !”

“Hatchii !!”

Jonghyun membuyarkan lamunan mereka. Kenapa dia bersin sendiri ?

“Maaf, aku kekenyangan.” Jonghyun beralasan. Lalu member lain mengalihkan pandangan mereka lagi dari Jonghyun. Melamun lagi.

“naega saranghaetdeon geu ireum
bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon” Onew bersuara.

“My Love is activated.” Key menggantikan Onew.

“ andwaeyo andwaeyo geureoke gajimayo
jebal han beonman han beonman nal dasi anajwoyo” Taem bersuara.

“Neo gateun sarangeul mannal suitdago nanmideosseotneundae
Gaseum anae neoneun nagincheoreom apa joggaetneun geol eoddeohkae” Minho mengganti suara Taem.

“Love forever and last forever! oon nae mam dahaedoh jabheejeedo neutjuhl suh doh upneun neol” setelah Jonghyun menunjukkan suaranya, mereka terdiam.lalu tiba-tiba mereka berpandangan, Seperti ada yang mengomando mereka untuk bernyanyi bersama, One For Me.

“Geunyeoui eopae
Yongwonhi gyeotae
Nae jaril mandeuleo nogoseo
Chingu anin
Namjaro byeonhae
Seulpeumeun eobdorog
Jikeojul georago
Anajumyeo malhalgeoya”

Lalu mereka saling tersenyum.

_____________

09.00 p.m

“Siapa yang mau makan ?” Key bertanya dari arah dapur.

“Tidak, aku sudah kenyang.” Jonghyun menjawab pertama kali.

“Tidak, aku sedang tidak ingin makan.” Yang lain menjawab.

“Oke, kalau begitu, aku ke kamar duluan.” Key melangkahkan kakinya menuju kamar.

Sementara itu Onew, Minho, dan Jonghyun hanya mengangguk dan meneruskan aktivitas masing-masing. Onew dengan laptop-nya, Minho dengan game-nya, dan Jonghyun dengan iPod barunya.

Dikamar..

“Taeminnie ? Apa yang kaulakukan disana ?” Key sedikit kaget melihat Taemin yang sedang menutupi wajahnya dengan bantal.

“Taem ? kau sakit ?” Key bertanya dengan cemas, lalu menghampiri Taemin yang diam saja.

“Taemin, hey, kau kenapa ?”

“Aku tak tahu, hyung. Aku bingung.” Taemin mulai membuka dirinya dengan Key.

“Mengapa ? ada masalah ?” Key duduk disamping Taem.

“Eun Min, aku.. aku cemas memikirkan dia. Aku tak tahu.. aku tak tahu apa yang sedang terjadi padaku sehingga aku bisa mencemaskanya, sebelumnya aku memang belum pernah begini.”

“Memang kau melakukan apa terhadap gadis itu? Sampai membuatmu cemas ?” Key bertanya lagi.

“Ayahnya tak suka padaku, tadi sore, aku dan dia hendak ke suatu tempat, tetapi di tengah jalan, ia menubruk seorang tinggi kekar yang ternyata adalah Ayahnya. Raut wajahnya ketakutan, tanganya sudah gemetar ketakutan, lalu orang itu menggeretna menjauh dariku, hh.. aku tak tahu bagaimana nasibnya saat ia sampai rumah. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya, hyung.”

“Tenanglah, berdoa saja dia akan baik-baik saja.” Key menenangkan. Lalu terbersit sesosok SeungHee yang menangis dipelukanya tadi siang.

“Apa ini yang dinamakan cinta, hyung ?” Taemin bertanya dengan polos, membuat Key tak bisa menyembunyikan tawanya.

“Haha.. apa yang terjadi dengan Taemin kecilku ?”

“ah, sudahlah, hyung. Aku capek. Annyeong ! selamat tidur.” Taemin menarik selimutnya. Lalu memejamkan matanya. Hawa mala mini benar-benar dingin. Ditambah hujan diluar yang menambah suhu dingin di ruangan itu.

“Ya. Selamat tidur juga, Taem.” Key menyahut sambil menaiki ranjangnya.

Belum juga Key sampai di dreamland-nya, tiga orang di luar kamar berteriak memanggil-manggil namanya.

“Ah~ lain kali saja. Aku benar-benar mengantuk sekarang.” Key menyahut dengan suara keras.

“Key !! ada.. siapa namamu ? oh ya, ada SeungHee !! cepat kemarilah.” Jonghyun berteriak. Mambuat kesadaran Key 100% pulih. SeungHee katanya ? Ada apa denganya malam ini ?

“SeungHee ? ada apa ?” Key yang berlari tergopoh-gopoh itu langsung memegangi tangan SeungHee yang gemetaran.

“Astaga ! Kau demam SeungHee ! Kau demam !” Key memapah SeungHee masuk dan mendudukkan-nya di sofa, Minho dan yang lain hanya bisa menyingkir dan berlarian mencari obat.

“Oppa-e.. Mianhae.” Ucap SeungHee dengan terbata-bata. Napasnya sudah tak karuan. Key yang cemas hanya bisa memegangi tanganya yang panas.

“Biarkan dia ganti baju, Key.” Kata Onew sambil menyerahkan baju Taem yang paling kecil.

“Yaa, mana bisa dengan keadaan lemah begini ganti baju ?” Key mengelak.

“Lalu bagaimana ? dia itu kehujanan, kau mau menggantikan bajunya ?” Onew berbicara terus terang, membuat Key malu dengan elakan-nya.

“Ya, ya. SeungHee, ayo, kuantar kau sampai kamar mandi.” Kata Key sambil memapah SeungHee yang sudah lemah.

“Ne~ Gomawo, Oppa.”

“Tak perlu berterimakasih, Seung.”

“Taem, bangun. Hey, Taemin ! SeungHee demam, sepertinya ia akan menginap disini, sementara itu, hanya kasurmu yang memungkinkan untuk dipakainya. Taemin, bangun !” Minho membangunkan Taemin yang masih mengerang, malas.

“Siapa SeungHee ?” Tanya Taemin, masih dengan mata tertutup.

“Kenalan Key, cepatlah.” Minho terus memaksa Taem untuk bangun.

“Ya, ya. Aku bangun, hyung.” Kata Taemin setengah sadar.

“Aku menemukanya, aku menemukan obatnya, Key !!” Jonghyun berjingkrak kesenangan karena berhasil menemukan obat demam.

“Ya, itu memang sudah berada disitu dari kemarin lusa. Aku yang membelinya.” Kata Key menyurutkan kesenangan Jonghyun.

“Hah, kalau tahu begini, aku tak akan mencarikanya untukmu.” Kata Jonghyun sambil menyerahkan obat demam itu ke tangan Key.

“Lagipula ini bukan untukku, untuk SeungHee.”

Setelah beberapa menit,..

“Ssst !! biarkan dia tidur.”

“Kuminta pada kalian, jangan gaduh malam ini.”

“Ya, kami tahu bagaimana caranya menjamu tamu dengan baik, umma.”

“Ya, baguslah.” Kata Key sambil tersenyum.

“hyung, inikah yang dinamakan cinta ?” Taemin tiba-tiba membuat para member menahan tawanya, bahkan Minho sampai keluar dari ruangan dan tertawa sekeras-kerasnya disana.

“Astaga ! Ada apa denganmu, Taemin ?” sekarang gentian Onew yang kaget.

“ah, kenapa kalian selalu tertawa ? aku hanya ingin tahu bagaimana rasa cinta.” Gerutu Taemin sambil melangkah keluar dari kamar.

“yaa, Taeminnie! Cinta itu bisa dirasakan jika kau merasakanya dari dalam hati yang terdalam.” Jonghyun mengemukakan opininya.

“Ah, tapi sampai sekarang, aku pun belum tahu seberapa volume hatiku.” Kata Taemin dengan polos.

“Yaa !! Taemin !! Kau ini bodoh atau idiot ?” Key mengomentari kepolosan Taemin.

“Mari kita bicarakan diluar, Taem.” Kata Jonghyun sambil mengikuti langkah Taemin.

“Kau harus ingat Key, jangan selimuti dia, biasanya orang panas malah harus dilebihkan kontak dengan suhu dingin.” Kata Onew, mengingatkan.

“Ya, hyung.”

‘Eh ? sejak kapan ia menjadi orang yang sangat menurut ? biasanya ia akan bilang “aku sudah tahu/” haha, seharusnya kau lebih sering datang, SeungHee. Kau benar-benar sudah membuat Kibum-kita berubah.’ Kata Onew dalam hati, lalu ia keluar dari kamar.

“Key hyung, mengapa sangat berubah saat dihadapan SeungHee ? apa begini caranya menarik hati perempuan ?” Taemin yang masih ingin menggeluti kata cinta itu bertanya.

“Tidak, seorang laki-laki mempunyai cara sendiri-sendiri untuk menarik hati perempuan idamanya.” Jonghyun mulai dengan kata-kata bijaknya.

“Bagaimana dengan caramu, hyung ?”

“Itu rahasia, Taemin. Kau akan menemukanya dalam dirimu sendiri.” Kata Jonghyun sambil meneruskan memakan kacang almond-nya itu.

“Hem.. kalau aku mebutuhkanya sekarang juga, bagaimana aku bisa mendapatkanya ?” Taemin terus merasa belum puas dengan jawaban hyung-nya itu.

“Sebenarnya kau ini kenapa, he ?” Jonghyun balik bertanya.

“Ah, sudahlah. Lupakan saja.” Kata Taemin sambil menutup mukanya dengan bantal.

____________________

“JAM EMPAT SORE !! OH MY GOD !! KITA SEMUA KESIANGAN !!” Jonghyun berteriak-teriak seperti orang kesetanan. Setelah berteriak keseluruh ruangan, ia berlari menuju kamar mandi. Wajahnya menunggu perawatan pagi yang sudah berubah siang ini.

“WHAT ??! EMPAT SORE ?? ASTAGA , ASTAGA, AKU BISA MATI !!” Onew langsung ke kamar mandi, menyusul Jonghyun yang wajahnya sudah penuh dengan sabun. Ia mengambil sikat giginya, dan menggosok giginya dengan cepat.

“ada apa ini ? APA ??!! EMPAT SORE ?!! BAGAIMANA BISA AKU KESIANGAN BANGUN ?! OH, TUHAN, TOLONG AKU !!” Key dengan cepat memakai celemeknya, dan bergelut dengan dapurnya.

Onew yang langsung mengambil baju luarnya, topi dan langsung memakai sepatunya dengan tergesa itu sangat terlihat bahwa ia terlalu capek untuk beraktivitas sore ini. Memang malam tadi, bisa dibilang mereka tidak tidur. Hanya tidur beberapa jam, lalu terjaga lagi.  Mereka bergantian menjaga SeungHee yang tadi malam suhunya naik beberapa celcius.

“Aku berangkat semua !!” Onew pamit.

“Kau tak makan dulu, Onew ?” Key berteriak dari dapur.

“Tidak, aku membawa cukup uang Key. annyeong !!”

“Ne~ annyeong !!”

“Onew bodoh, bagaimana bisa kau kesiangan bangun ? bukankah kau harus mengecek ketempat itu ? mana mungkin bisa kubooking saat ini juga ? Onew bodoh, onew bodoh.” Umpat Onew sambil bergegas ke suatu tempat yang sudah ia rencanakan dari kemarin.

_____________

“Onew hyung ? pergi ?” Jonghyun bertanya dengan muka berserinya.

“Kau sedang memasak apa, Key ?” Jonghyun mengalihkan pertanyaanya saat melihat muka lucu Key yang sedang menatapnya.

“Udang Goreng. Kau suka ?” Key balik bertanya sambil terus mencelupkan udang yang sudah berselimut tepung tebal itu kedalam minyak yang panas.

“Tentu. tapi, Key.. bisa kau sisakan untukku, nanti ?” Jonghyun bertanya dengan hati-hati. ia tak ingin membuat Key kecewa karena ia memang ingin segera pergi.

“Kau ingin pergi ?” Tanya Key, tepat.

“Eh.. benar, bisa ?”

“Oh, tentu saja !” Kata Key sambil tersenyum.

“Haha.. terimakasih, honey. annyeong !!” pamit Jonghyun sambil memakai sepatunya dengan tergesa.

“Ne~ hati-hati.”

“Apa yang seharusnya aku bawa untuk Eun Jae ? bunga ! ya, betul sekali !” Kata Jonghyun sambil tersenyum membayangkan muka Eun Jae saat menerima karangan bunga darinya.

______________

Sementara itu, di toko ujung jalan..

“Jadi, kau kenal Jonghyun darimana ?” seorang gadis berambut pendek menginterogasi seorang gadis dihadapanya.

“Aku tak tahu, dia tiba-tiba datang, dan mengajakku jalan.” jawaban gadis itu membuat gadis berambut pendek itu tertawa.

“Kau jangan menipu aku ! aku tahu bagaimana tipe gadis idaman Jonghyun, dan itu sangat jauh darimu, bilang yang sejujurnya, Eun Jae !” gadis yang dipanggil Eun Jae itu menggeleng.

“Aku tak bohong, Min Gi.” gadis yang dipanggil Min Gi itu mendelik. bagaimanapun juga, Min Gi tahu bagaimana tipe seorang Eun Jae. dia adalah gadis yang baik sebenarnya, belum pernah berbohong tentang apapun. tapi, masalah ini ? apa dia berbohong ? tapi memang tak ada raut-raut muka berbohong dimukanya.

“Oke, oke. Jonghyun mengajakmu jalan. apa kau dikenalkan oleh member lain ? Key ? Onew ? Taemin ? atau Minho ?” Min Gi terus bertanya tentang hal yang Eun Jae tak mengerti.

“Aku tak mengerti, Min Gi. Aku hanya jalan denganya, tidak ada member. member apa pun aku tak tahu.”

Eun Jae membuat alis Min Gi naik sebelah.

“Jadi kau tak tahu Jonghyun Oppa itu siapa ?”

“yang aku tahu, dia hanyalah reporter.” Eun Jae menjawab yakin.

“REPORTER ?! kau jangan menghina, Eun Jae !! Dia itu seorang super star !! Kau tak mengenal SHINee ?” Min Gi bertanya, memastikan bahwa orang didepanya itu nihil info tentang idolanya itu.

“SHINee ? superstar ? itukah dia ?” Eun Jae balik bertanya. membuat Min Gi gemas dengan kepolosan orang dihadapanya itu.

“Ya. dia adalah lead vocal karena suaranya yang indah. dia keren, tampan, nyaris sempurna ! kau benar-benar tak tahu ?”

Eun Jae hanya terdiam. tak tahu apa yang ada dikepalanya saat ini. ini seperti kejadian yang dulu. sama persis seperti ini.

_______________

“SeungHee ? Kau sudah bangun ?” Key yang masih sibuk mencemplungkan beberapa udang dan meniriskanya itu menyapa SeungHee yang tersenyum menatap Key.

“Ne~ annyeong oppa.” sapa SeungHee sambil mendekat.

“Perlu bantuan ? mungkin aku bisa sedikit membantu ?”

“Oh, tak perlu, Key bisa mengatasi segalanya. kau duduk saja disitu.” Kata Key sambil menunjuk kursi meja makan.

“Ya. aku merasa sangat merepotkan kalian.” Kata-kata SeungHee membuat Key mendekat.

“Tak perlu begitu. aku senang kau disini. lagipula, aku tak perlu capek-capek seperti mereka untuk mengajakmu jalan. haha..” Kata Key sedikit bergurau.

“Hem.. mungkin. haha.. yaa !! Key, Oppa !! udangmu !” teriakan Seunghee mengingatkan Key pada udangnya yang mulai mencoklat.

“waaah.. untung saja kau mengingatkanku, aku hampir saja lupa.”

‘hampir saja lupa, katanya ? bukankah sudah lupa ?’ kata Seunghee dalam hati.

“annyeong Key hyung, Seunghee !” sapa Taemin yang masih mengucek-ngucek matanya.

“Eh, annyeong Taeminnie !!” Key merenspon terlebih dahulu.

“Annyeong, Oppa.” lalu Seunghee mengikuti.

“Kalian terlihat sangat harmonis sekali.” puji Taemin yang sedang menelungkupkan kepalanya diatas meja.

“Haha.. kau jangan mengigau, Taem !” Key menyahut, walaupun dalam hatinya ia sangat ingin memeluk Taemin.

“Aku tak mengigau, hyung !” Taemin menjawab sambil berdiri tegak, memperlihatkan bahwa ia memang benar-benar tak mengigau.

“Sudahlah, Taemin, kau makan saja udang itu. kujamin enak.” Kata Key mengalihkan pembicaraan Taemin.

“Ya, tentu. aku akan membawa ini ke depan tv, aku tak mau menjadi pengganggu bagi kalian.” Kata Taemin sambil membawa sepiring penuh udang goreng.

“Jangan kau dengakan apa kata Maknae itu. dia memang sering begitu.”

“Haha.. tidak.” Seunghee menyahut perkataan Key.

Lalu mereka terdiam, tak tahu harus memulai percakapan darimana lagi.

______________________

“Annyeong Haseyo !”

“Annyeong Haseyo, ada yang bisa kami bantu ?” seorang resepsionis menyapa Onew.

“Euum.. Apa aku bisa membooking satu ruang airpanas disini ?” Onew bertanya langsung.

“untuk hari apa ?”

“untuk sekarang. maksudku, mungkin satu jam lagi. bisa ?” Onew bertanya, berharap.

Resepsionis itu melihat monitor dengan serius. melihat ruangan yang sedang kosong.

“Bisa.” kata-kata Resepsionis itu membuat hati Onew lega.

“Baiklah, baiklah. aku ambil.”

“Oke, bisa minta kartu identitas ?”

“tentu. tapi, bisakah aku meminta sedikit dekorasi didalamnya ?”

lalu mengalirlah ide romantis Onew untuk ruangan airpanas-nya.

______________________

“Annyeong Haseyo !”

“Annyeong haseyo ! ada yang bisa kami bantu ?” seorang ahjussi menyapa Jonghyun.

“Aku butuh bunga mawar putih.”

“tentu. Kau punya sebuah dekorasi untuk bungamu ? kami menyediakanya.” kata ahjussi itu menawarkan.

“dekorasi ? apakah ada dekor timbul ?”

“tentu saja. ayo, ikut aku.” ahjussi itu membawa Jonghyun masuk kedalam toko yang penuh dengan bunga itu.

“Kau akan membuat apa ?”

“Aku akan membuat tulisan E U N J A E diantara pucuk-pucuk bunga ini.” Jonghyun memberi tahu.

“Oh, untuk perempuan yang kau cinta ?”

“Haha.. ya, tentu.” Jonghyun menjawab dengan wajah merona merah.

“Kau lelaki romantis.” puji ahjussi itu.

Jonghyun hanya bisa tersenyum bangga dengan dirinya.

_________________

“hoaahm.. aku masih mengantuk.” Taemin yang sudah menghabiskan sepiring penuh udang goreng menguap. disampingnya Minho yang masih setengah sadar, menguap lebih parah darinya. sampai-sampai hyung disampingnya mengeluarkan air mata seperti orang menangis.

“Ya, hyung. kenapa kau terlihat sangat tersiksa ?”

“Tak tahu. mataku terus mengeluarkan air mata. hah.” Minho mengusap air mata yang mengenang di pelupuk matanya.

“Apa kau sakit ?” Taemin melihat hyung-nya dengan seksama.

“tidak. aku tidak sakit, mungkin hanya kekurangan tidur.”

‘kekurangan tidur ? kau saja member yang paling lama tidur!’ kata Taemin dalam hati.

“Kau tak ingin kemana-mana, Taem ?” Taemin melihat jam. sudah satu jam ia bermalas-malasan di depan tv.

“memang mau kemana ?” Taemin balik bertanya.

“slayer kuningmu.” Minho mengingatkan.

“Aku tak tahu. aku ingin kesana, tapi aku bingung mau berbuat apa.”

“ajak jalan saja ?” Minho mengusulkan.

“jalan bagaimana ? aku takut Ayahnya, hyung.”

“Ah, kau ! pengecut !” Kata Minho sambli beranjak dari sofa.

“Apa maksudmu mengejekku pengecut ? I’M NOT !”

“Kau pengecut, jika kau cinta padanya, pandanglah ia dari hati yang paling dalam, bukan dengan volume kita mengetahui hati terdalam kita, tapi dengan perasaan, kita tahu dimana letak hati terdalam kita. jika kau cinta padanya, tak akan ada yang bisa menghalangi kau darinya, jika kau cinta kau pasti berkorban apa saja deminya, kalau kau cinta, kau tak akan tinggal diam disini jika kau tahu dia dalam bahaya, jika kau cinta, kau sudah bukan disini, kau sudah disana, menjemputnya, dengan apapun resiko, dan membawanya ketempat dimana dia akan mengetahui tentang cinta dalam dirimu.” Minho menjelaskan panjang lebar, dan berlalu meninggalkan Taem sendirian.

“..Kalau kau cinta, kau harus berani menunjukkanya.” kata Taemin menyambung, lalu ia mengambil jaketnya dan menyusul hyung-hyung nya yang sudah terlebih dahulu pergi.

____________________

“Je Kyung ?… ne~ .. aku ingin bertemu denganmu… tidak bisa? why ?…. malam ini ?… ne~ aku akan menunggumu… ne~ annyeong !” Onew mendesah, lalu melihat sekeliling, harus dimana aku menunggunya ? ayam ? lapar ? ya ! ayaaam !! aku datang, sayaaaang !!

“eeh.. Je Kyung sayang, atau ayam sayang ?? ONEW SAYANG !! haha..”

_is it Onew condition ?_

Lalu ia berlari mencari toko Ayam disekitarnya.

______________

“Benarkah Jonghyun adalah seorang superstar ?” Eun Jae bertanya lagi, memastikan.

“Benar ! kalau kau bisa melihat, aku mempunyai fotonya ! kau mau ?” terdengar bahwa Min Gi sedang mengobrak-abrik tas-nya.

“Tapi dia bilang dia seorang reporter.. aku tak menyangka ia berbohong padaku..” Eun Jae menggumam, membuat Min Gi ingin menggunakan otak liciknya.

“Wah, ternyata ia membohongimu. aku tak menyangka. Lagipula, Eun Jae.. dia bukan tipe yang cocok denganmu. dia sudah membohongimu, jangan kau maafkan Eun Jae. pria itu tidak baik denganmu.”

“aku gak tahu. aku gak peduli. aku yakin dia punya alasan berbohong kepadaku.”

“jelas saja karena matamu. mungkin dia mengagumi matamu. ya bukan ?”

terbersit memori saat Jonghyun mengatakan betapa indahnya mata yang ia miliki itu. ‘apa benar hanya karena mata, ia membohongiku ?’ pikir Eun Jae.

“Sudahlah, lepaskan saja dia.” Min Gi terus membujuk Eun Jae.

KREEK ! pintu toko terbuka. Eun Jae langsung memalingkan mukanya. Min Gi yang masih membujuk Eun Jae terperangah oleh seorang laki-laki yang masuk kedalam toko-nya itu.

J O N G H Y U N . kenapa orang itu harus datang ?

“Annyeong Eun Jae, Min Gi.” Jonghyun menyapa sambil tersenyum.

Min Gi yang melihatnya hanya tersenyum licik, sesekali melirik muka Eun Jae yang masih berpaling.

“Eun Jae, aku perlu bicara denganmu.”

“Ya, akupun perlu berbicara denganmu, oppa.”

__________________

“Seung, aku akan membawamu kesebuah tempat yang bersejarah.” Key memulai percakapan dengan SeungHee di perjalanan menuju tempat pilihanya.

“Oh ya ? museum, kah ?” SeungHee menebak.

“Bukan. bukan itu.”

“Taman kota ?” SeungHee menebak lagi, ragu-ragu.

“Bukan, bukan itu.”

“Menara Seoul ?”

“Bukan, bukan itu.”

“Lalu apa ?” SeungHee sudah kehabisa akal.

“Tutup matamu. aku akan membuatmu shock sebelum waktunya jika matamu tak tertutup.”

“Eh ? ya, baiklah. lagipula tempat apa yang akan membuatku shock ?” tanya SeungHee sambil berpikir tentang tempat apa yang akan membuatnya shock.

“sebentar lagi kita akan sampai.”

“oh ya ? baiklah, aku tinggal menunggu sebentar lagi.” kata SeungHee sambil tersenyum.

“Ya, ayo turun.” Kata Key mengagetkan SeungHee. ia kira ‘sebentar’ itu akan menempuh waktu kurang lebih 2-3 menit, nah ini ??

“sekarang ? eh, baiklah.” Sahut SeungHee sambil menggandeng tangan Key saat turun dari mobil. tanah yang dipijaknya itu sedikit lembek, mungkin karena hujan semalam.

“Hati-hati. sedikit licin disini.” Key memimpin di depan.

Lalu mereka berhenti di tanah yang berumput, rumput lembut. apakah ini ?

“boleh kubuka kain ini ?” SeungHee bertanya.

“Oh, tentu saja.” Key menjawab sambil berjongkok di depan gundukan tanah itu.

________________

“Minho ?”

“Oh, ahjussi. bisa tolong panggilkan gadis itu ?” Minho menunjuk kearah gadis dengan rambut panjang yang diikat.

“Oh, tentu.” jawab ahjussi itu, lalu melangkah mendekati gadis yang sedang sibuk dengan monitornya itu.

“Yaa, kau. dipanggil..”

“BISAKAH KAU DIAM ?! BUKANKAH AKU SUDAH MEMBAYAR DI MUKA ?”

“bukan, bukan itu Nona. kau dipanggil..”

“KURANG ? AMBIL, AMBIL SAJA SEPERLUMU DI TASKU ! DAN JANGAN GANGGU AKU !!”

“NONA ! KAU DIPANGGIL MINHO DILUAR !!” ahjussi itu balik beteriak.

“SIAPA KAU BILANG ? MINHO ?”

“tak perlu berteriak Nona. aku disini.”

“oh, maaf. apa kau bilang ? Minho ?”

“Ya, dia menunggumu di depan. terimakasih atas teriakanmu.”

“Ya, sama-sama. itu bisa menyebabkan terjaga semalaman.” Kata gadis itu sambil mencangklong tas-nya. lalu berlalu meninggalkan ahjussi yang dibuat bingung oleh jawabanya.

“Ada apa ? mau menagih susu pisangmu ?” tanya I Seul dengan cepat.

“Ya, tapi tak disini. ayo, ikut denganku.” kata Minho sambil menarik tangan I Seul dengan cepat.

“Eh.. tapi tak perlu menarik tangan begini, kan ?” I Seul mengeluh.

“Sudahlah, tak ada yang memperhatikan.”

“Bodoh, kau saja yang tak melihat.”

_________________

“Eun Min.. hey, Eun Min..” Taemin memanggil Eun Min dengan berbisik.

“Eun Min..” sedikit menambah volume. tapi gadis yang sedang duduk disana tidak merespon.

“Sial ! sekecil apa suaraku ini ? sampai-sampai tak terdengar olehnya?!” Taemin menggerutu.

“Eun..”

“hentikan desahanmu, bung !” seorang laki-laki di belakangnya menegur.

‘desahan, katanya ?’

“Eh, ya. maafkan aku.”

“seharusnya kau berteriak padanya.”

“Eh, baiklah. lebih baik aku menghampirinya saja..” Taemin menguatkan diri.

kalau sampai bapaknya keluar, dan menghantamku, itu sepenuhnya resiko, kalau kakak-kakaknya sampai keluar dan mengeroyokku, itu sepenuhnya resiko. dan resiko harus ditanggung semua orang yang ingin merasakan cinta. Taemin, buktikan cintamu. kau bisa rasakan cinta. Taemin, fighting !!

ia terus menyupport dirinya sendiri untuk menghadapi keluarga Eun Min.

___________________

“huuuft.. sudah jam enam, dimana dia ? apa dia ingin terus membuatku makan seporsi ayam lagi ? Je Kyung, Je Kyung.. huft..” Onew lagi-lagi mendesah.

Tak lama kemudian, seorang gadis dengan baju hangat berwarna hijau tua, dan syal putih yang membuatnya terlihat manis menepuk pundak Onew.

“Annyeong, oppa ^^!!” Je Kyung menyapa Onew sambil menyunggingkan senyumnya .

“Eh, annyeong !” Onew balas menyapa.

“maaf, membuatmu menunggu.”

“tak apa, ayo. kita sudah terlambat.” Onew beranjak dari kursi dan menggandeng tangan Je Kyung.

“Oh, oke.” Kata Je Kyung mengikuti langkah cepat onew.

setelah sampai..

“wow, kau mau mengajakku berendam air panas ? aku tak membawa baju, oppa.” kata je kyung setelah tau onew membawanya ke tempat sauna.

“masuk saja. aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu.” onew tersenyum sambil membiarkan je kyung melihat kedalam.

“Eh.. kau membiarkan aku masuk sendiri ?” je kyung bertanya, sedikit ragu untuk melangkahkan kakinya masuk.

“tak ada apa-apa yang membahayakanmu, je kyung. masuklah.” jawab onew gemas.

“ya, ya. aku masuk, oppaa…”

setelah je kyung masuk, onew langsung berlari kearah resepsionis, dan mengambil sekotak coklat manis yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

lalu ia berjalan menuju ruangan yang je kyung masuki.

“waaah.. oppa, kau membuatku ingin berendam.” kata je kyung dengan rona muka senang melihat gelembung-gelembung udara di dalam kolam panas itu.

“je kyung.. aku.. aku.. saranghae, je kyung.” kata onew menunduk, menyerahkan coklatnya.

je kyung yang masih terpesona dengan kolam airpanas itu mendekat. lalu tersenyum. menggenggam tangan onew, lama. membuat onew mengangkat pandanganya. terlihat je kyung yang masih tersenyum manis menatapnya.

lalu je kyung menarik tanganya, mendekati kolam. lalu duduk dipinggir kolam. sampai saat ini je kyung belum menjawab, membuat onew merasa dia akan patah hati.

“kau tak suka dengan semua ini ?” onew bertanya, menunduk lagi. tapi kali ini berbeda, ia bersiap mental jika je kyung tak menyukainya ataupun yang diusahakan dirinya untuk membuktikan cintanya pada je kyung.

je kyung tetap terdiam. senyumnya semakin terkembang. lalu menatap onew, lama. membuat onew semakin salah tingkah.

“stop memandangku, je kyung. jika kau tak suka, kau boleh pergi.”

lagi-lagi je kyung diam. tapi tiba-tiba ia mengecup pipi onew dengan cepat.

“apa harus dengan kata-kata aku menjawabnya ? bukankah sikapku selama ini menyimpulkan bahwa aku sangat sayang padamu, oppa ?” je kyung menjelaskan sambil memainkan air dengan kakinya.

“lagipula, cinta itu tidak bisa dihentikan semaumu, aku suka saat aku menatapmu, apa itu salah ?” je kyung bertanya.

“tidak, tentu tidak.” kata onew sedikit nervous.

“haha.. kenapa kau terlalu gugup ? apa seharusnya aku pergi ?” tanya je kyung sambil beranjak dari duduknya.

“ah, tak perlu.” kata onew cepat sambil menarik tangan je kyung untuk duduk disampingnya lagi.

“haha.. aku suka dengan airpanas ini. apa memang boleh untuk berendam ?” tanya je kyung sambil memainkan air itu.

“tentu kalau kau mau. tapi aku tak membawa baju satupun untuk ganti.” onew menimpali.

“apa perlu memakai baju ganti ? kenapa tak basah-basahan saja ?” je kyung mengusulkan.

“itu tak baik, je kyung.” onew menolak.

“kata siapa ?”

“kataku.”

“ah, masa bodoh. aku ingin berendam.” kata je kyung sambil memasukkan kakinya perlahan-lahan.

“yaa, je kyung. jangan masuk, itu kolam dalam !” onew yang baru ingat bahwa ia membooking kolam dalam langsung menarik tangan je kyung, je kyung yang sebenarnya belum masuk, menarik tangan onew dengan keras.

BYUUR !!

“yaa, onew oppa ! jangan masuk, itu kolam dalam !” teriak je kyung dari pinggiran kolam. onew yang sudah tercebur hanya bisa melambaikan tanganya, kaget karena ia tiba-tiba tercebur.

“yaa, tolong aku je.. je kyung.” onew mencoba menggapai pinggiran kolam. je kyung yang tak mengira bahwa onew tak bisa berenang langsung menarik tangan onew, menyelamatkan laki-laki itu dengan cepat.

“onew oppa, maafkan aku. aku tak tahu kau tak bisa berenang. maafkan aku.” kata je kyung dengan rona wajah sedih.

“ah.. tak apa, lagipula bukan karena aku tak bisa berenang, baju hangatku menjadi sangat berat. aah..” desah onew yang sudah basah kuyup.

“maafkan aku, akan kuambilkan handuk.” kata je kyung , lalu kembali dengan selembar handuk yang besar.

“terimakasih. waah.. aku tak menyangka aku yang berendam disitu.” onew mencoba bergurau.

“haha.. maafkan aku, oppa. bukan maksudku begitu. hanya saja..” je kyung menggantungkan kalimatnya.

“hanya saja apa ?” onew bertanya.

“hanya saja.. hanya saja.. aku lupa memakan coklat darimu.” kata je kyung sambil mengambil sekotak coklat yang tak jauh darinya. onew hanya tersenyum gemas.

“kau mau ?” je kyung menawari onew.

“tentu. aa..” jawab onew sambil membuka mulutnya.

“tidak boleh..” onew menutup mulutnya, lalu merengut.

“..ini coklat spesial dari orang spesial untukku. kau tak boleh memakanya oppa, ini hanya untuk je kyung. just for je kyung.” kaya je kyung sambil memamerkan coklatnya dihadapan onew. onew hanya tersenyum. lalu mencoba untuk merebut coklat itu dari tangan je kyung.

“yaa.. sudah aku bilang, ini just for je kyung, oppa..” je kyung terus mengelak dari serangan onew.

________________

“Eun Jae.. aku ingin kau menerima bunga ini.” kata jonghyun sambil menyerahkan bunga karanganya kepada eun jae.

Eun Jae diam. tak mengambil ataupun menolak.

“sebaiknya bukan aku yang kau beri.” kata eun jae sambil mendorong bunga itu menjauh darinya.

“maksudmu ? kau kenapa ?” jonghyun kaget dengan perbedaan nada dan raut wajah eun jae.

“tanya saja pada dirimu. ada apa dengan jabatan superstar-mu.” kata eun jae sambil berbalik, hendak meninggalkan jonghyun yang sontak kaget.

“eun jae, eun jae. maafkan aku, aku akan menjelaskanya padamu. kumohon jangan pergi.” jonghyun berkata, tanganya menggenggam tangan eun jae.

“apa lagi yang perlu kau jelaskan ? bahwa kau seorang reporter dan pernah masuk panggung satu kali ? apa, apa, oppa ? apa lagi ?” eun jae melepaskan tanganya dari genggaman tangan jonghyun. lalu berlari entah kemana.

“eun jae ! eun jae !! kumohon, aku akan berterus terang padamu. maafkan aku sudah membohongimu.” jonghyun menarik tangan eun jae, membuatnya berhenti.

“aku tak ingin, aku tak peduli. terserah saja dengan apapun yang akan kau katakan. aku sudah sangat sakit hati mengetahui kau membohongiku. puaskah oppa ? puaskah sudah bisa membohongiku ? mudah, bukan ? tentu saja, bukan hal sulit untuk membohongi orang buta macam aku. toh, aku tak bisa melihatmu, aku tak bisa mengetahui raut wajahmu ketika berbohong, bahkan aku tak tahu nada suaramu saat kau berbohong, aku.. dimataku ini, dimataku yang buta ini.. aku melihat seorang laki-laki yang bisa kuandalkan. yang berbeda dengan laki-laki pada umumnya. apa hanya karena mata kau membohongiku ? karena apa, oppa ?! kalau hanya karena mata sial ini, aku akan dengan senang hati memberikanya padamu. kau mau ? kau tertarik mempunyai mata seperti ini ? ambil saja, silahkan. aku memang tak bisa melihat, tapi sekali lagi, aku punya perasaan oppa. tapi kau tak pernah menghargai perasaanku. apa yang kau pikir jika aku mengetahui kedok superstar-mu ? senang ? karena selama ini aku mengenal seorang superstar ? salah ! semua salah, oppa !! aku kecewa padamu, AKU SANGAT KECEWA PADAMU . kau membuatku semakin down, terimakasih untuk 3 hari ini.” kata eun jae, menyudahi pidatonya.

jonghyun yang masih terdiam, akhirnya berteriak pada eun jae yang sudah melangkahkan kaki manjauhinya.

“AKU JUGA SANGAT KECEWA PADAMU. AKU KIRA KAU BERBEDA DENGAN GADIS LAIN, TAPI TERNYATA AKU SALAH. KAU SAMA DENGAN MEREKA YANG TAK PUNYA KATA MAAF DIHATIMU. AKU KIRA KAU MEMPUNYAI HATI YANG INDAH, SEINDAH MATAMU. AWALNYA AKU MEMANG TERTARIK PADAMU KARENA MATAMU YANG INDAH, TAPI SETELAH AKU MENGAJAKMU JALAN, AKU SEMAKIN TAHU BAHWA KAU ADALAH SEORANG GADIS YANG KUINGINKAN. KAU BUKAN EUN JAE YANG PERTAMA KALI AKU KENAL !!”

eun jae menoleh, lalu balas berteriak,

“MEMANG ! AKU MEMANG BUKAN EUN JAE YANG KAU KENAL PERTAMA KALI ! HATIKU SUDAH TERTUTUP UNTUK SEORANG PEMBOHONG MACAM KAU !” lalu ia melanjutkan langkah kakinya yang tertunda.

___________________

kuburan ?

belum sempat SeungHee berkomentar, Key sudah menyuruhnya untuk berjongkok, mengikutinya.

“Aku tak mau.” SeungHee membalikkan badanya. ia pikir Key sedang mencoba untuk mengejek umma-nya yang sudah meninggal dengan cara mengajaknya ke kuburan yang ia tak tahu itu apa.

Key masih bergeming ditempatnya. tidak merespon SeungHee yang memalingkan mukanya.

“dia ini.. sangat berarti bagiku. kenapa kau tak ingin menemaniku disini ?” kata-kata Key membuat SeungHee berbalik, menatapnya.

“memang siapa dia ?” tanya SeungHee sambil mendekat.

“dia.. anjing kesayanganku.” Key menyebutkanya dengan penuh penghayatan. membuat SeungHee yang pertamanya menaruh simpati, gemas ingin menimpuk orang itu dengan benda apapun.

“Oh…” SeungHee menyahut ringan.

“kenapa cuma, ‘oh…’ ? aku sedih tahu !”

“Lalu harus kujawab apa ?” SeungHee balik bertanya.

“kau kan bisa bilang, ‘oh, sabar ya, oppa.’ ” Key mencotohkanya.

“haha.. ya, ya. oh, sabar ya, oppa.” SeungHee mengikuti dengan benar. membuat Key gemas sendiri.

“apa kau tak punya pasokan kata-kata lagi ?” akhirnya perbincangan berubah topik.

“bukan begitu. aku hanya tak tahu harus ngomong apa tadi. aku kira berdiam diri akan lebih menyenangkan.”

“bagaimana mungkin ? di dunia ini, kita diciptakan berpasang-pasangan. tak mungkin hanya dengan diam sendiri, kita bisa menyelesaikan masalah.” Key mulai dengan pidato bijaknya.

“ya, aku tahu itu.” SeungHee menyahut cepat, tak ingin obrolan Key mulai melantur kemana-mana.

“Key oppa !! ada yang jual Es Krim !!” tiba-tiba SeungHee berteriak, lalu berlari kearah penjual Es Krim itu dengan cepat. Key yang melihatnya hanya berdecak gemas melihat tingkah SeungHee yang masih seperti anak kecil.

“Yaa, bukanya kau harus menghiburku ? kenapa malah kau membeli Es Krim untuk dirimu sendiri ?” akhirnya Key beranjak dan melengkah mendekati SeungHee yang sedang nikmat menyantap Es Krim-nya.

“kau mau ? kenapa tak bilang ?” tanya SeungHee sambil menyerahkan Es Krim-nya kehadapan Key.

“Tidak. apa enaknya membeli es krim di pinggir kuburan ?” Key menolak.

“haha.. menimbulkan sensasi.” kalimat SeungHee membuat alis Key naik.

“sensasi ? sensasi seperti apa ?” Key mulai tertarik.

“yaa.. seperti itu.”

“seperti itu apa ?”

“yaaa.. pokoknya, hanya orang-orang yang sudah mencoba saja yang akan tahu.” SeungHee benar-benar membuat Key gemas.

“ah, sudahlah. berikan Es Krim-mu padaku.” Key meminta.

“Kau meminta atau ingin menjarah ?”

“Haha.. Oppa yang cakep ingin Es Krim. maukah kau memberikanya untuk, oppa ?”

“what ?! ulangi, ulangi. Oppa yang cakep ? kau cakep ?” SeungHee beranjak dan meminta Key mengulangi.

“Haha.. apa kau tak melihat secakep apa diriku.. haha.. yaa, SeungHee ! jangan berlari !! kau tak tahu jika aku tak suka lari ?”

“Haaha.. kalau kau ingin ini, coba tangkap aku !” teriak SeungHee sambil terus berlari.

“Yaaa, awas saja kau ! jangan jauh-jauh Seung !”

“ayoo.. tangkap akuu, Oppa !!” SeungHee terus berteriak dan berlari.

“kalau kau berlari melebihi garis di depan sana, aku akan berhenti mengejarmu. yaa !!” Key mengancam.

“Masa bodoh !! Oppa-ee !!”

_________________

“Ya, kita sampai.” Minho berhenti disebuah tempat yang ramai. lempu berkelap-kelip disana-sini.

“Wew.. kau mengajakku ke pasar malam ?”

“Ya, ayo. kita main disini.”

“main apa ?”

“apa kau tidak bosan setiap hari mantengin monitor ?”

“tidak. aku memang tercipta seperti itu.” I Seul menjawab sengak.

“mulutmu tak merasakan. tapi matamu yang merasakanya. ayo, karena malam ini malam tahun baru, kita rayakan disini. 2 susu pisang jika kau memenangkan satu game disini.” tutur Minho sambil menarik tangan I Seul masuk.

“pertama, kau meminta susu pisang. kedua, kau mengajakku untuk bermain di pasar malam. apa itu tidak kekanan-kanakan ?” tanya I Seul sambil memainkan pistol mainan didepanya. pistol air. kekekeke..

“mainkan saja. aku hanya ingin susu pisang yang lebih banyak. haha..” kata Minho mengambil posisi.

“hem.. siapa takut ?!” jawab I Seul dengan lantang.

“Oke, ayo kita tanding !”

“Ayo, demi 2 susu pisang darimu !! huh !”

__________

“Eun Min, annyeong ^^!!” Taemin tiba-tiba muncul dihadapan Eun Min. membuat gadis itu sontak kaget.

“Eh.. Oppa.. mengapa kau kemari ?” Eun Min yang kaget langsung menggeret Taem menjauh dari tempatnya semula.

“mengapa menjauh ? bahkan aku ingin terus terang dengan keluargamu.”

“keluargaku ? berterus terang tentang apa ?”

“tentang perasaanku selama ini.”

“jangan, oppa. jangan. kau bisa celaka nanti.”

“apapun yang terjadi, itulah resiko cinta yang harus kutanggung.” Taemin menjawab sambil melangkah, mendekati keluarga Eun Min yang terlihat malas-malas an.

“Ehm, annyeong haseyo !” Taemin menyapa, canggung.

“siapa kau ?” kakak Eun Min bertanya langsung.

“wah, bocah ini lagi. mau apa kau ?” seorang bertubuh kekar menghampiri taemin.

“eh, annyeong ahjussi !” taemin mencoba ramah. Eun Min yang ada dibelakan taem langsung menepuk jidatnya.

apa yang dilakukan orang ini ??

“tak perlu beramah-tamah. mau apa kau kesini ?!” bentak ahjussi itu.

“aku mau mengatakan yang sebenarnya tentang perasaanku pada Eun Min. bahwa sebenarnya, aku menyukainya. bahkan aku mencintainya..”

“hah ? apa yang kau katakan ?” ahjussi itu mendekatkan telinganya ke taemin.

“aku mencintai Eun Min !” Taemin berkata sedikit teriak.

“jangan bercanda kau bocah.”

“aku bersungguh-sungguh, ahjussi.” taemin meyakinkan sambil mengangguk.

“hahahaha.. kau membuatku tak bisa berhenti tertawa. hahaha..” Taem sebenarnya bingung dengan orang yang ada dihadapanya ini. dia tertawa ? bukankah seharusnya ia memarahiku ?

“ada yang lucu dengan perkataanku ?” taem bertanya hati-hati. lalu ahjussi itu berheti tertawa. mendekatkan mukanya ke muka taemin. lalu berkata,

“Apa kau serius ?” Taemin yang awalnya minder jadi tersenyum dan mengangguk-angguk.

“aku benar-benar serius. !”

“sebaiknya kau pulang.” jawaban dari ahjussi itu membuat semangat dan senyum taemin memudar. pulang ?

“ta.. tapi.., bukankah..”

“apa kurang jelas ? silahkan pulang !!” bentak ahjussi itu tepat dimuka taemin. Eun Min yang hanya bisa melihat dari jauh menggeleng-gelengkan kepalanya. taemin menatap harap padanya. tapi Eun Min hanya bisa melambaikan tanganya cepat. membuat taemin bertambah down. ia ditolak. ditolak. ini cintamu. cinta milik taemin.

taemin yang merasa ada desiran hebat di hatinya langsung berlari tanpa arah. ia ditolak. oleh cinta pengorbanan pertamanya. oleh sebuah cinta yang ia ingin rasakan. ia ditolak. mentah-mentah.

_________________

“huwaaaaaa !! stop stop !!” Video yang tepat berhenti disaat Taem putus cinta itu menimbulkan banyak kontroversi. Taemin yang melihatnya hanya tertunduk. entah apa yang dirasa. ia ingin kembali ke slayer kuning itu. hyung-hyung nya hanya tersenyum simpati padanya. Jonghyun yang juga meneteskan air matanya menepuk pundak maknae itu. kita sama. kita terlibat dengan cinta yang salah.

Jonghyun menunduk lebih dalam. melihat kembali video ini, membuat memori-nya kembali teringat oleh sesosok mata kilat itu. mata kilat yang terakhir ia temui saat malam tahun baru. tahun baru yang menyakitkan bagi hatinya. saat kau ingin merasakan cinta, kau harus tahu bagaimana rasanya malam tahun baru itu.

Minho hanya tersenyum simpul mengingat tahun baru menyenangkan itu. dirinya berhasil mendapat 14 susu pisang kesukaanya. dan rivalnya, I Seul tersayang tak mendapat satupun susu pisang darinya, hanya satu kecupan lembut untuk hadiah malam tahun baru yang kekanak-kanakan itu.

Onew dan Key, dua sejoli itu yang bisa berpelukan senang. bagaimana tidak ? bagi mereka hari itu, malam itu, maupun detik saat mereka bertemu dengan gadis mereka, itulah waktu terbaik yang pernah mereka rasakan. Je Kyung si gadis kekanak-kanakan yang penuh dengan keceriaaan untuk Onew. dan SeungHee si gadis konglomerat untuk Key.

lalu mereka berkumpul, berbaris berdampingan.

“Ne~ terimakasih untuk SHINee Hidden Camera. kami cinta kalian. Annyeong !!”

setelah mengucapkan terimakasih untuk semua crew dan produser dari acara mengagetkan ini, mereka saling berpelukan. acara ini, akan menjadi memori tahun baru mereka. 3 hari yang penuh dengan cinta.

SHINee Hidden Camera is The Real Love

cinta, tak harus berakhir senang, juga penuh air mata. hanya bagaimana kita bisa mengartikan cinta yang sesungguhnya. bahwa pengorbanan dan kepercayaan itu penting dan harus ada.

~~~~_______________________~~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: