What is Love -Part 2-

Enjoy the next Part of What is Love -Part 1- 

 

=KAI’S POV=

“dekatilah Lu Han.”

“n-ne?”

“tetangga baru sebelah apartemenmu itu. dekatilah Lu Han.”

“kau yang mengirimnya untukku?”

“dia datang padaku, dan aku hanya ingin membantumu.”

“t-t-api kau tak bisa berbuat seperti itu padanya.”

“wae? dia orang yang baik, aku sudah mengenalnya jauh lebih lama dibandingkan denganmu. aku mengetahui segala bentuk tentang Lu Han. kau tak perlu cemas.”

“kau…benar-benar tak bisa bertahan, Kai?”

dengar, dia memanggilku Kai. Lagi. ia beringsut dari kursi dan menggenggam erat kaosku.

“jangan panggil aku–”

“apa kau benar-benar tak ingin bersamaku, Kai? sebegitu tak sukanya kah kau padaku? sampai-sampai kau harus mengorbankan temanmu untukku? bahkan ia belum mengenalku, KAI!”

aku melepaskan kedua tangannya dari kaosku.

“dia orang baik. setidaknya dia akan lebih perhatian padamu. jika kau tetap meminta aku untuk bersamamu, bisa kau bayangkan bagaimana jadinya kau? bisa-bisa kau tak tertolong So Yu!”

“lebih baik aku mati bersamamu, daripada dengan seseorang yang bahkan tak kucintai.”

“kau…jangan terlalu naif. kau juga butuh hidup. kau butuh kebahagiaan, jika

kau tetap bersamaku, dapat kupastikan kau akan…”

“mati lebih cepat?” sambungnya. jujur, aku terengah-engah untuk menjelaskannya. bagaimanapun, aku masih mencintainya. bahkan sangat mencintainya. aku tak ingin, Kwon So Yu-ku menghilang. aku tak ingin ia berpaling dengan orang lain. aku tak ingin semuanya, yang aku inginkan hanyalah gadis itu. tapi aku tahu, kelemahanku adalah aku tak bisa menjaganya. dengan kata lain, aku ingin ia hidup lebih lama walau ia tak bersamaku.

setidaknya aku masih dapat bernafas lega karena ia masih berada di dunia ini.

setidaknya aku masih bisa bernafas lega karena tahu ia baik-baik saja.

setidaknya aku masih bisa bernafas lega karena Kwon So Yu-ku masih ada.

“sudah kubilang, asalkan itu kau, aku tidak keberatan.” sambungnya sambil memelukku dari belakang. aku menahan nafas. jangankan pelukan, kedua bola matanya saja dapat membuatku tak bisa berhenti memikirkannya.

“So Yu-ah..” aku berbalik dan menciumnya dalam. So Yu terhenyak. ia tak

membalas, dan juga tidak menolak. aku hanya menciumnya, tidak sampai mengikuti hawa nafsuku yang ingin melumat bibirnya.

dia memutus ciumanku, tapi tetap mempertahankan jarak yang hanya 3 senti dari wajahku.

“kau masih mencintaiku, bukan?”

aku diam dan hanya bisa menatap bola matanya sendu. sejujurnya tak perlu kukatakan bahwa aku masih mencintainya. ia pasti sudah tahu tentang itu.

“kau…” ia memeluk leeherku dan menatapku dalam.

“…dekatilah Lu Han.” sambungku.

ia terhenyak. sedetik kemudian ia layangkan tamparannya ke pipi kiriku. PLAK! walau suaranya terdengar sakit, bagiku itu tidak berpengaruh sama sekali.

kehilangan gadis ini lebih menyakitkan daripada aku harus menerima tamparan beratus-ratus kali. bahkan sebenarnya bukan kehilangan, tapi menghilangkan. itu rasanya lebih sakit daripada kau harus kehilangan seseorang yang sangat kau cintai.

aku meraih wajahnya. ia enggan menatapku.

“dekati Lu Han untukku. kau pasti tahu jelas kenapa aku menyuruhmu seperti ini, Kwon So Yu. aku tidak pernah ingin kehilanganmu, bahkan menghilangkanmu seperti ini. rasanya sakit. lebih sakit daripada kau harus menamparku beratus-ratus kali lagi.”

So Yu mengambil nafas dalam. lalu ia mendorong bahuku pelan.

“kau bodoh, Kai. kau makhluk terbodoh yang pernah aku cintai. oh salah, bahkan hanya kau satu-satunya yang aku cintai dan kau sangat bodoh.” air matanya sudah tak bisa ia bendung. ia berbalik dan mengusap airmatanya terus menerus.

aku tertunduk. aku memang bodoh. hanya karena ingin terus melihatnya hidup, aku harus melepaskannya bersama orang lain. aku memang bodoh. memintanya pergi walau hati sangat perih terasa. aku memang sangat bodoh untuknya.

“maafkan aku…” kataku akhirnya. ia pasti sangat terkejut karena mendengarku berkata maaf. dalam sejarahku, aku memang sangat anti mengucapkan kata maaf. entah kenapa, aku merasa tidak pantas untuk mengucapkan kata itu. menurutku jika aku salah, pasti orang itupun yang menjadi faktor kenapa aku berbuat salah.

tapi kini berbeda. aku merasa sudah sangat bersalah pada gadis ini. entah apa yang dipikirkan gadis itu, yang pasti aku hanya ingin meminta maaf.

“wae?” tanyanya sambil membalikkan badanya. ia menatapku tepat pada kedua bola mataku. jantungku berpacu. ‘wae?’ pertanyaan itu seolah hendak membunuhku.

untuk apa? aku hanya ingin. untuk apa? bahkan otakkupun terasa tumpul dengan jawaban dari pertanyaan ‘kenapa’-nya.

bahkan sampai ia berbalik dan meninggalkanku, aku masih sibuk dengan pikiranku tentang apa jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan ‘kenapa’-nya.

 

* * *

 

aku mengusap peluh yang ada di wajahku. bayangan itu masih terasa segar di dalam ingatanku. padahal sudah genap 3 bulan aku tidak bertemu dengannya. wajar,karena aku bahkan tidak berusaha untuk menghilangkan wajahnya dari pikiranku.

bagaimana akhirnya Lu Han mengatasi So Yu? aku tahu jelas bahwa ia mencium So Yu kemarin. itupun karena ulahku yang sengaja menukar botol minum kami. aku hanya ingin ia menghapus jejakku yang dulu. aku hanya ingin So Yu menatapnya seperti ia menatapku. aku hanya ingin Lu Han menyadari bahwa So Yu adalah seorang gadis. bukan seekor kelinci yang selalu mengikuti langkahnya kemanapun ia melangkah.

ting! sebuah sms masuk. aku langsung menyambar ponselku dan melihat dari siapa sms itu.

‘Lu Han sudah meminta maaf. apa kau sudah puas?’ Kwon So Yu. gadis ini

memang tipikal gadis yang susah. apa ia tak bisa mengurusi hidupnya dan hidup Lu Han setelahnya? mengapa terus membawa aku kedalam kehidupannya?

oh aku lupa, mungkin ia hanya ingin membalas perlakuanku. selama ini jelas aku terus mengurusi kehidupannya. dari mencarikan Lu Han apartemen di sebelah apartemennya, dan menyuruhnya mendekati Lu Han. aku menyunggingkan senyum miring. ia gadis yang sangat pintar.

lalu kugerakkan jariku dengan cepat untuk membalas sms-nya.

‘berbuat baiklah padanya, ia pasti tidak bisa berhenti memikirkan hal itu’

setelah ada pemberitahuan bahwa pesan itu terkirim, aku menelungkupkan tubuhku dan memejamkan mataku erat. aku berharap aku jatuh tertidur dan melupakan kenyataan bahwa aku masih ingin berhubungan terus dengan gadis bernama Kwon So Yu itu.

 

* * *

 

pertama kali aku bertemu dengan Kwon So Yu saat aku membentak seorang gadis yang sedang dalam Blind Date denganku. ia tidak terima dengan perlakuanku pada gadis itu, dan membentakku balik.

dari situ entah takdir apa yang terus mempertemukanku dengan gadis bernama Kwon So Yu itu, akhirnya aku mulai tertarik pada gadis pertama yang membentakku itu.

 

* * *

 

“aku terlihat tampan, kan?” tanyaku sambil bergaya seperti seorang model yang akan difoto.

“dari segi apa kau terlihat tampan, pangeran?” So Yu balik bertanya dan tergelak karena melihatku merengut.

saat itu kencan keempat kami, dan Kwon So Yu belum pernah sekalipun mengatakan bahwa aku tampan. sudah banyak style yang kucoba untuknya, tapi ia tetap mengatakan kalimat yang sama dengan yang sebelumnya.

 

* * *

 

ia, seorang Kwon So Yu, gadis yang tidak pernah mengatakan bahwa aku tampan. gadis pertama yang berani membentakku di depan umum. gadis yang selalu menghantuiku, entah apapun yang sedang kulakukan. gadis yang selalu mengantarkan aku makanan walaupun masakannya selalu tidak enak sekalipun itu adalah ramen. gadis yang selalu ingin mengetahui apapun tentang diriku. gadis yang bahkan rela menghabiskan banyak waktu hidupnya hanya untuk berada disisiku, sampai akhirnya aku tahu bahwa hidupnya tak akan lama lagi. gadis yang selalu menyembunyikan jati dirinya dariku. darimana ia berasal, dari bagaimana orangtuanya terlihat, dari bagaimana kehidupannya sebelum bertemu denganku, dan banyak hal lainnya yang aku belum tahu darinya.

Kwon So Yu seperti tidak ingin aku mengetahui segala hal tentangnya. saat aku mengetahui tentang penyakit yang di deritanya itu, ia bahkan tak ingin menemuiku selama seminggu. entah apa yang ada dipikirannya, aku sangat cemas saat itu. Kwon So Yu yang sudah setahun bersamaku, ternyata mengidap penyakit mematikan yang bahkan aku tak pernah tahu sebelumnya.
aku merasa seperti orang jahat untuknya. aku sudah sangat lama dengannya, tapi kecuekkanku terhadap banyak hal membuatku buta tentang dirinya. aku dibutakan oleh keceriannya yang selalu menyambutku ketika aku datang menemuinya. sampai-sampai aku tak tahu apa yang selalu di deritannya setiap malam. penyakit itu…kenapa sampai hati ia tak mengatakannya padaku?
atau karena ia tahu…bahwa aku akan melepaskannya saat aku mengetahui penyakit itu? apa sebegitu jahatnya aku dimatanya?

tapi kenyataannya memang aku sangat jahat. bahkan kenyataannya aku memang melepaskannya. bahkan menyuruhnya mendekati seseorang yang baru untuknya. sudah tak bisa kubayangkan, bagaimana perasaannya yang seperti dibolak-balik olehku.

apa seharusnya aku kembali? tapi aku sudah jauh melangkah, walau Kwon So Yu akan tetap berada di belakangku untuk menerimaku kembali, aku tetap tak bisa kembali. mungkin itu hanya pikiranku. mungkin Kwon So Yu malah yang sudah di depan, dan aku disini yang menunggunya kembali.
aku meremas rambutku kasar. memikirkan tentang gadis itu memang tidak akan pernah selesai. aku mengumpat diriku sendiri yang tak bisa mengontrol gadis itu dalam pikiranku.

 

=KAI’S POV END=

 

* * *

seorang gadis dengan rambut coklat kemerahan yang terurau panjang di punggungnya mengambil sebuah polaroid yang berada dalam lacinya. ia tersenyum sedih melihatnya.

“apapun yang terjadi. sekeras apapun aku nantinya. ingatkan aku untuk tetap berada disisimu. jika kau melihat benda ini, kenanglah moment bersama kita, dan jika aku berusaha untuk melepaskanmu, ingatkan aku untuk kembali.”

gadis itu tersenyum lagi. airmatanya tak bisa ia bendung lagi.

“kau yang berjanji padaku, dan kau pula yang mengingkarinya. apa kini giliranku untuk menarikmu kembali? apa aku terlihat sebagai seorang peminta-minta? apa? apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikanmu disisiku?”

.

.

ReadCommentLike if you want this FF to be continued 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: